Hukum & Kriminal

Polisi Dalami Jual Beli Anak Tersangka Pembunuhan Lumajang

Lumajang (beritajatim.com) – Polres Lumajang menyelidiki kasus penjualan anak oleh tersangka pembunuhan, Hori (43) warga Desa Jenggrong Kecamatan Ranuyoso.

Dari hasil penyelidikan petugas, tersangka menawarkan anaknya untuk pelunasan hutang sebesar Rp. 500 ribu pada tentangganya, Sahar (45) warga Desa Sombo Kecamatan Gucialit.

Hal ini didapat dari pengakuan, Sahar saat dihadirkan di Mapolres, Rabu(19/6/2019). Hori memiliki hutang pada Sahar senilai Rp. 500 ribu pada 7 tahun silam. Ketika didatangi ke rumahnya dan ditangih malah tidak mempunyai uang dan menawarkan anaknya berusia 3 bulan dari pernikahan dengan Lasmini (34) istri yang digadaikan.

“Dia punya utang, tidak mau mengembalikan dan menawarkan anaknya,” kata Sahar dihadapan petugas.

Karena tidak kunjung ditebus oleh Hori. Sahar bersama istrinya kemudian membuat akte kelahiran ke Kepala Desa dan kini anak tersebut sudah berusia 7 tahun.

Kapolres Lumajang, AKBP Arsal Sahban mengaku tidak menyangka ada perdagangan anak, karena utang piutang antara Hori dengan Sahar. Selain itu, akte yang dibuat atas nama anak ibu dari istri Sahar.

“Anehnya, Sahar dengan istrinnya menikah siri tidak tercatat dalam hukum dan negara,” paparnya.

Polisi akan terus mendalami kasus pembunuhan bermotif gadai dan jual beli anak oleh tersangka Hori. (har/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar