Hukum & Kriminal

Polisi Bongkar Jaringan Narkoba di Gedangan dan Krian

Sidoarjo (beritajatim.com) – Satreskoba Polresta Sidoarjo dan jajaran Polsek se-Sidoarjo, selama dua pekan yakni 15 Juli – 26 Agustus, berhasil mengungkap 70 kasus penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan (narkoba) yang dilakukan oleh 93 tersangka.

Dari 93 tersangka, satu pelakunya seorang wanita. Dari 93 tersangka tersebut, Polresta menyita sabu-sabu seberat 220,46 gram, 2 butir ineks, ganja seberat 12.763.38 gram dan 7.990 gram sabu serta sebuah senjata api rakitan lengkap dengan amunisinya.

“Ungkap ini dilakukan selama kurun waktu sekitar sebulan. Dari puluhan tersangka, ada dua jaringan yang berhasil dibekuk. Yakni jaringan narkoba Gedangan dan Krian,” kata Kapolresta Sidoarjo Kombespol Zain Dwi Nugroho Senin (2/9/2019).

Dia menegaskan, pengungkapan terbesar yang berhasil dilakukan dalam 2 jaringan, satu jaringan Johan Arifin alias Paimin yang mengedarkan ganja. Jaringan biasa pemasok ganja di lapas daerah Madura.

“Dari jaringan Gedangan ini, anggota juga berhasil menyita senjata api rakitan dari tersangka Paimin di kawasan Pacet Mojokerto. Senpi rakitan ini dimiliki oleh tersangka diakui untuk berjaga-jaga diri dan tetap akan dikenakan pasal yang menjerat,” ungkapya.

Jaringan lainnya, tambah Zain, yakni peredaran sabu-sabu jaringan Roni. Jaringan sabu-sabu Roni ini tidak diedarkan di Sidoarjo saja. Melainkan peredarannya sampai luar kota. “Jaringan Krian masih terus dikembangkan,” tegasnya.

Masih kata Zain, dalam soal perang narkoba, tidak hanya mengungkap kasus saja. Melainkan juga kerjasama dengan Dinas Pendidikan, komunitas dan lainnya dalam sosialisasi tentang bahanya narkoba. “Memerangi narkoba akan terus kami lakukan,” pungkasnya. (isa/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar