Hukum & Kriminal

Polisi Bekuk Pencuri HP yang Beraksi Jelang Subuh

Sidoarjo (beritajatim.com) – Batas jam malam dalam penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Sidoarjo, dibarengi Satreskrim Polresta Sidoarjo dalam menurunkan anggotanya untuk menjaga Kamtibmas.

Walhasil, satu pelaku kriminal yang biasa beroperasi jelang subuh berhasil diringkus Tim Penggal Jalan Unit Resmob Satreskrim Polresta Sidoarjo. Ia adalah Siswanto alias Jenggot (38) spesialis maling handphone asal Dusun Babatan, Desa Jati, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo.

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol M. Wahyudin Latif mengatakan, pihaknya sengaja menurunkan lebih banyak anggota yang berpakaian preman, di titik-titik rawan terjadinya aksi kriminalitas pada saat pemberlakuan jam malam di Sidoarjo. “Kita menambah anggota yang berpakaian preman di saat jam malam,” katanya, Kamis (28/1/2021).

Dari pengerahan anggota berpakaian preman itu, lanjut Latif, Polresta berhasil menangkap pelaku tindak kriminalitas. Pelaku biasa beraksi jelang subuh. Modusnya, pelaku menyasar warkop dan orang-orang yang begadang, tapi sudah mulai tertidur. “Pelaku Siswanto ini biasa beroperasi di Sukodono, Gedangan, Candi dan Tanggulangin,” jelasnya.

Terakhir sebelum tertangkap, Siswanto beraksi di Desa Masangan Wetan Kecamatan Sukodono. Ia berhasil menggondol dua handphone milik Ike (24). Latif menceritakan, kejadian itu berawal ketika keluarga Ike usai menggelar kegiatan tahlil meninggalnya sang nenek.

Pada saat akan istirahat atau tidur di teras rumah, HP milik Ike dan adiknya di-charge di teras. “Saat korban bangun jelang subuh, handphone sudah hilang,” ungkapnya.

Selanjut korban melaporkan kejadian itu ke Mapolresta Sidoarjo dan langsung ditindaklanjuti. Petugas memeriksa saksi-saksi dan rekaman CCTV di sekitar TKP. Petugas mendapati ciri-ciri pelaku dan motor yang dipakai.

“Kemarin pelaku akan beraksi lagi, namun petugas yang berpakaian preman menyergapnya,” tegas mantan Kasat Reskrim Polres Banyuwangi itu.

Saat ditangkap, pelaku mengakui semua perbuatannya, bahkan ia juga mencuri di beberapa tempat lain. Dari pemeriksaan juga diketahui bahwa Siswanto merupakan residivis dengan perkara yang sama. Pelaku pernah ditangkap oleh Polsek Buduran pada 2017.

Dari penangkapan itu, petugas menyita dua handphone dan motor Honda Beat merah nopol W 6424 WD. “Pelaku dijerat pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dan pemberatan. Ancamannya, 7 tahun penjara,” pungkasnya. [isa/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar