Hukum & Kriminal

Polisi Bekuk Pelaku Pembobolan Rumah Dosen Unesa di Menganti

Gresik (beritajatim.com) – Pelaku pencurian motor milik dosen Unesa atas nama Mohammad Arif Al-Ardha (30), tertangkap. Usai tertangkap, motor milik korban tersebut dikembalikan oleh polisi.

Semula, korban Mohamad Arif Al-Ardha tidak menyangka motor yang telah dicuri bisa kembali seperti semula. Kejadian pencurian itu, bermula saat rumahnya di Desa Randupadangan, Kecamatan Menganti, Gresik, dibobol oleh Napsikun (48).

Warga asal Desa Randupadangan tersebut, nekad membobol rumah korban karena faktor ekonomi dengan cara mencongkel jendela rumah dengan menggunakan linggis.

Usai merusak jendela rumah, pelaku membawa barang berharga serta motor milik korban dan uang dollar AS serta mata uang Yuan. Namun, pelarian Napsikun tidak berjalan lama. Pasalnya, polisi sudah mengintai gerak-geriknya sebelum akhirnya tertangkap.

“Selama 13 hari motor saya hilang, kami tidak ada di rumah padahal rumah terkunci,” ujar Mohammad Arif Al-Ardha di Mapolres Gresik, Senin (13/01/2020).

Arif tidak menyangka motor miliknya Honda Beat warna putih tahun 2013 AG 5092 DN, beserta STNK, kunci kontak dan BPKB atas nama Heny Suswati sudah kembali. Tidak hanya itu, 8 lembar uang pecahan 100 dolar US, 30 lembar uang pecahan 500 Yuan, 2 lembar pecahan 1.000 dolar Taiwan, 2 lembar pecahan 500 dolar Hongkong dan dua lembar uang dolar Singapura pecahan 50 juga kembali.

Sedangkan barang elektronika seperti satu buah DVR CCTV merk SPC warna hitam, dua unit kamera digital, dan sejumlah barang miliknya juga kembali seperti semula. “Alhamdulilah tidak menyangka motor bisa ditemukan bersama barang-barang yang dicuri,” ungkap Arif.

Kapolres Gresik, AKBP Kusworo Wibowo mengatakan pihaknya menangkap tersangka Napsikun alias Daskun sembunyi di gubuk di tegalan Desa Randupadangan, Kecamatan Menganti.

Berdasarkan laporan, Napsikun mencuri tiga sepeda motor dalam sebulan di TKP yang berbeda. “Tersangka tidak merusak rumah kunci sepeda motor. Dia masuk mengambil kunci sepeda motor, kemudian barang berharga lainnya,” katanya.

Berdasarkan keterangan pelaku korban beraksi baru satu kali. Total sejumlah uang pecahan mata uang asing yang berhasil dicuri tersangka berjumlah Rp 24 juta. “Pelaku berprofesi sebagai kuli bangunan, motornya tidak sempat dijual langsung,” ungkap Kusworo Wibowo. [dny/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar