Hukum & Kriminal

Polisi Bekuk Komplotan Emak-emak Pencuri Susu di Swalayan Ponorogo

Para pelaku menjalani pemeriksaan di Polsek Sambit. (Foto : Polsek Sambit)

Ponorogo (beritajatim.com) – Sepak terjang komplotan emak-emak asal Jakarta yang suka mencuri di swalayan, akhirnya kebongkar saat beraksi di Ponorogo. Tepatnya saat mereka melancarkan aksi di Swalayan KUD Sambit di jalan Raya Ponorogo-Trenggalek No. 345, masuk Desa Bangsalan Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo.

Para pelaku yakni Rani (46), Rustinah (46), Sukarti (58), ketiganya dari Kecamatan Tanah Abang Jakarta Selatan dan Rofiah (57), dari Semarang, Jawa Tengah. Mereka diringkus oleh Unit Reskrim Polsek Sambit. “Mereka diduga melakukan pencurian susu berbagai merk di swalayan KUD Sambit,” Kata Kapolsek Sambit, AKP Sutriatno, Rabu (12/2/2020).

Terungkapnya kasus pencurian susu berawal dari para pelaku yang berpura-pura belanja di swalayan tersebut. Melihat ada 4 orang bukan penduduk wilayah Sambit, Ferry Reza Marahan (36), sang manager swalayan KUD Sambit, memantau lewat kamera CCTV. Dia melihat keempat pelaku bekerjasama dalam mengambil barang.
Selanjutnya, susu tersebut disembunyikan di dalam rok pelaku. “Kemudian sang manager ini memberitahu karyawan untuk mengawasi gerak-gerik keempat pelaku tersebut,” kayanya.

Belum sempat memergoki para pelaku, kedua pelaku berhasil kabur dari swalayan tersebut. Sedangkan kedua pelaku lainnya berhasil diamankan. Sementara hasil kerjasama unit Reskrim Polsek Sambit berkoordinasi dengan Resmob Polres Ponorogo untuk melakukan pengembangan dan pengejaran. “Selang beberapa jam kemudian, petugas berhasil mengamankan pelaku lainnya di perbatasan Ponorogo-Wonogiri,” katanya.

Selain mengamankan 4 pelaku, petugas juga menyita barang bakti yakni satu unit mobil minibus, 4 buah susu berbagai merk dan 2 buah makanan ringan. Dari hasil pemeriksaan, 4 pelaku mengakui perbuatannya. Dan telah melakukan pencurian di berbagai swalayan dengan modus berpura-pura sebagai pengunjung di toko swalayan.

Pelaku mengambil barang yang bernilai harga mahal dari dalam swalayan, pada saat pengawas swalayan lengah. “Mereka biasanya memilih mencuri susu anak berbagai merk yang harganya cukup mahal,” pungkasnya. (end/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar