Hukum & Kriminal

Polisi Banyuwangi Tangkap Travel Liar Antar Pulau, Begini Modusnya

Banyuwangi (beritajatim.com) – Satuan Polisi Lalu Lintas Polresta Banyuwangi menindak dua angkutan travel di Pelabuhan PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Banyuwangi. Kendaraan ini diduga melakukan operasi secara liar karena saat ditangkap tidak mampu menunjukkan surat ijin trayek dan keterangan lain.

Travel ini beroperasi dengan cara mencari penumpang di Pelabuhan Gilimanuk, Bali dengan meminta KTP calon penumpang. Kemudian, mereka akan diangkut menuju ke daerah tujuan setelah sampai di Pelabuhan Ketapang.

Petugas mencurigai adanya praktek yang tidak baik dalam operasi tersebut. Pasalnya, banyak pemudik yang tiba di cek poin Pelabuhan Ketapang mereka tak bisa menunjukkan KTP, karena sebelumnya telah dibawa oleh pegawai travel.

“Sementara dua kendaraan Hiace ini kita amankan karena sesuai pasal 308 junto 260 Undang-undang nomor 2 tahun 2009, tentang ijin uji trayek tidak sesuai dengan peruntukannya,” jelas Kanit Laka Lantas Polresta Banyuwangi, Iptu Ardhi Bita Kumala, Senin (18/5/2020).

Menurut Ardhi, ini merupakan modus baru para travel liar memanfaatkan gelombang mudik. Mereka juga memanfaatkan kelengahan petugas untuk menjalankan operasi transportasi ilegal.

“Jadi ini modus baru, pemilik travel ini menuju lebih dulu ke Gilimanuk, kemudian di sana mereka mengumpulkan penumpang asal Jember dengan memintai sejumlah dana dan KTPnya,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, mereka juga mematok tarif perjalanan yang jauh mahal dari tarif normal. Petugas menduga, melalui jasa travel liar ini pemudik dapat lolos dengan mudah menyeberang ke Pulau Jawa. “Jadi tarif dari Ketapang ke Jember ini ada yang diminta Rp 300 ribu perorang,” pungkasnya. (rin/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar