Hukum & Kriminal

Polisi Amankan 30 Kg Ganja dan 3 Juta Pil Koplo Selama 1,5 Bulan

Kepolisian saat meAlkukan grlar perkara di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (18/2/2020). Setidaknya 30 kg sabu, 3 juta pil koplo dan 50 tersangka diamankan polisi.(manik priyo prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Tercatat setidaknya ada 30 kg sabu, 3 juta pil koplo dan 50 orang tersangka diamankan Satuan Narkoba Polrestabes Surabaya selama 1,5 bulan di awal tahun 2020.

Prestasi ini menjadi sorotan lantaran dalam sejarah pengungkapan kasus narkoba di Kota Surabaya ungkapan ini adalah terbesar. Bahkan, dalam proses penangkapan narkoba, petugas juga harus membentuk tim khusus yakni unit 4 Satnarkoba. Tim khusus ini dibentuk dengan jajaran sejumlah Polres dan Polda Jawa Timur.

“Setidaknya ada 3,7 juta butir pil koplo yang terdiri dari ekstasi, pil LL, carnophen, 30 kg sabu, dan 30 gram ganja. Kasus ini ada yang satu jaringan dan ada juga yang beda jaringan,” jelas Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan, Selasa (18/2/2020).

Lebih manjut Kapolda Jatim menjelaskan dalam proses pengiriman barang para bandar narkoba ini menggunakan jalur darat, laut dan udara. Dari catatan yang ada tiga jalur pengiriman narkoba dari Malaysia, Aceh, Batam, dengan tujuan akhir Surabaya.

Usai masuk ‘Kota Pahlawan’, barang haram ini akan ditimbun di Pulau Madura tepatnya Kabupaten Pamekasan. Kemudian sebagian diantaranya disimpan di Kota Surabaya untuk diedarkan ke para jaringan pengedar narkoba Sokobana.

“Jadi ada tiga jalur penerbangan yakni Malaysia ke Surabaya, Malaysia ke Batam dan tujuan akhir Surabaya, serta Malaysia ke Aceh baru ke Kota Surabaya. Tujuan pelaku mengambil banyak jalur penerbangan adalah untuk mengecoh kepolisian. Karena kalau satu jalur penerbangan akan mudah dibaca oleh kita (polisi.red),” tandas Irjen Pol Luki.

Sementara itu Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Memo Ardian menjelaskan, satu jaringan yang berhasil dibongkar adalah jaringan sokobana. Untuk jaringan ini pelaku yang tertangkap dari pemakai, kurir, koordinator kurir atau tangan kanan gembong narkoba. Sedangkan gembong narkoba yang dikabarkan berada di Lapas Pamekasan masih dilakukan pendalaman.

“Kami harap narkoba di Surabaya khususnya bisa tertekan. Setidaknya mengurangi peredaran narkoba meski susah tuk dibersihkan total. Penangkapan ini juga berbuah pada barang bukti yang besar dan petugas juga harus berhadapan dengan pelaku yang membawa senjata tajam,” paparnya.

Menurut catatan beritajatim.com, setidaknya ada 26 kg narkoba jenis sabu dan 1000 butir pil ekstasi yang diamankan dalam satu jaringan. Bahkan kepolisian harus menembak mati salah satu pelaku lantaran melawan kepolisian. Tak hanya itu, beberapa pelaku juga ditembak kakinya karena hendak lari saat diminta menunjukkan lokasi penyimpanan.

“Ada empat wanita yang kita amankan dari total 50 pelaku. Empat lelaki ditembak satu diantaranya ditembak kakinya. Ada satu pelaku yang jadi tangan kanan gembong narkoba,” paparnya.

Tak hanya merilis pelaku narkoba yang ditangkap oleh Satnarkoba Polrestabes Surabaya. Kepolisian juga menggelar kasus penangkapan narkoba di 23 Polsek jajaran Polrestabes Surabaya. Ada sekitar 70 pelaku yang diamankan petugas polsek di jajaran yang dipimpin oleh Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho ini.(man/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar