Hukum & Kriminal

Polisi Amankan 30 Kayu Sono Keling, Hasil Ilegal Logging di Ponorogo

Kapolres AKBP Mochamad Nur Azis saat melakukan press release di Mapolres Ponorogo. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Satreskrim Polres Ponorogo berhasil mengungkap dua kasus ilegal loging di wilayah bumi reyog. Kasus pertama terjadi di Kecamatan Badegan, petugas berhasil menangkap tersangka yang bernama Karto dan Kardi. Mereka merupakan warga Kecamatan Purwantoro Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah. Selain itu juga berhasil mengamankan kayu Sono Keling sebanyak 17 batang yang diangkut dengan truk.

“Saat ditangkap, mereka tidak bisa menunjukkan surat keterangan sahnya hasil hutan,” kata Kapolres Ponorogo AKBP Mochamad Nur Azis, Selasa (9/6/2020).

Azis sapaan akrab Muchamad Nur Azis mengungkapkan dari pengakuan pelaku, kayu itu didapatkan dari kawasan hutan di Desa Watu Bonang yang dimiliki oleh Perum Perhutani KPH Lawu DS. Saat ini petugas, kata Azis masih melakukan pengejaran terhadap tersangka lainnya yaitu para penebang. “Untuk kasus ilegal loging di Badegan ini, kami masih melakukan pengembangan dengan mengejar penebang kayunya,” kata laki-laki lulusan Akpol tahun 2002 tersebut.

Sedangkan kasus ilegal loging kedua terjadi di wilayah Kecamatan Sukorejo. Selain berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 13 batang kayu Sono Keling, petugas juga berhasil menangkap tersangka Katenun yang merupakan pemilik kayu tersebut. Dan lima orang tersangka lainnya yakni, Budi, Ali Usman, Wahrudin, Agung Prastyo dan Choirudin. Kelima tersangka ini bertugas sebagai penebang kayu.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 12 junto pasal 82 dan 83 Undang-undang RI nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan. Dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp 2,5 miliar,” pungkasnya. (end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar