Hukum & Kriminal

Polisi Amankan 3 Pelaku Pencurian Spesialis Pecah Kaca Nasabah Bank Rp259 juta di Mojokerto

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander merilis pelaku pencurian spesialis pecah kaca nasabah bank. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Tiga pelaku pencurian spesialis pecah kaca nasabah bank diamankan Unit Resmob Satreskrim Polres Mojokerto. Dua dari tiga pelaku pencurian nasabah senilai Rp259 juta di halaman Bank Mandiri Cabang Pembantu (Capem) Ngoro pada tanggal 8 Juni 2020 lalu dihadiahi timah panas petugas.

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander mengatakan, ketiga pelaku pencurian spesialis pecah kaca nasabah bank diamankan dari rekaman kamera Closed Circuit Television (CCTV). “Dari penyelidikan tim dan alat bukti di TKP terungkap awal dari pelaku Y dan berkembang ke pelaku AG dan HS,” ungkapnya, Senin (20/7/2020).

Selain Tempat Kejadian Perkara (TKP) di wilayah hukum Polres Mojokerto, juga beraksi di Gresik dan Pasuruan. Di wilayah hukum Pasuruan, ketiga pelaku berhasil mengambil uang Rp18 juta pada tanggal 6 Juli 2020 dan Rp50 juta tahun 2015 di parkiran pinggir Jalan Klinik Warmadha Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

“Ketiganya memiliki peran yang berbeda-beda. Ketiga pelaku telah beraksi di 5 TKP berbeda. Ketiga pelaku melakukan aksi di luar Mojokerto, seperti Pasuruan dan Gresik. Rata-rata mereka melakukan bertiga, spesialis pencurian dengan modus pecah kaca,” katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Rifaldhiy Hangga Putra menambahkan, ketiga pelaku merupakan residivis kasus yang sama. “AG dan HS pernah menjalani hukuman pada tahun 2015 di wilayah hukum Malang dan tahun 2017 di wilayah hukum Gresik,” jelasnya.

Sementara itu, pelaku HY merupakan residivis dan pernah menjalani hukuman pada tahun 2008 di wilayah hukum Jombang dan pada tahun 2016 di wilayah hukum Blitar Kota. Ketiganya merupakan residivis kasus pencurian dengan pemberatan yakni spesialis pecah kaca.

Ketiga pelaku yakni Angga Ismawahyudi (30) warga Dusun Pandelegen RT 1 RW 7, Desa Sumberejo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Husin R (53) warga Lingkungan Mulyorejo Baru RT 4 RW 6, Kelurahan Babat Jerawat, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya.

Hariyanto (48) warga Lingkungan Bence I RT 1 RW 3, Desa Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar. Sejumlah barang bukti satu unit Handphone (HP) merk Nokia warna hitam, satu unit HP merk Samsung warna hitam, satu buah kacamata, satu buah tas warna hitam.

Satu buah jaket warna hitam, satu buah celana kain warna hitam, satu pasang sepatu, satu buah sarung tangan, satu buah sebo atau penutup wajah, satu buah helm, satu potong baju lengan panjang warna hitam, satu buah topi, satu unit HP merk Xiomi, satu buah helm merk INK, satu unit HP merk Vivo.

Satu buah sepeda motor Yamaha Jupiter MX nopol S 3785 R warna hitam beserta STNK, satu potong sweater dan satu buah helm. Ketiga pelaku dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman hukuman pidana paling lama tujuh tahun.

Sebelumnya, aksi pencurian nasabah bank dengan modus kepruk kaca terjadi di wilayah hukum Polres Mojokerto, Senin (8/6/2020). Pelaku berhasil membawa kabur uang senilai Rp259 juta dari dalam mobil Zenia nopol N 1722 V warna silver. Korban yang merupakan Manajer Operasional PT Dae Yang, pabrik produksi jaring yang ada di Jalan Ngoro Industri Persada (NIP) Desa Candirejo, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto tersebut diantar sopir untuk mengambil uang dari bank BCA senilai Rp259 juta.

Usai mengambil uang di bank BCA tepatnya di pintu gerbang kawasan NIP, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, korban menuju ke bank Mandiri di Jalan Raya Desa Ngoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto yang tak jauh dari lokasi. Korban kemudian menaruh uang tersebut di tas kresek warna hitam.

Uang tersebut, oleh korban ditaruh dibawah pijakan tempat duduk penumpang depan samping sopir. Korban bersama sopir kemudian masuk ke bank Mandiri dan hendak mengambil uang. Namun tak lama kemudian korban mendapat laporan jika kaca mobilnya dikepruk orang tak dikenal. [tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar