Hukum & Kriminal

Polda Tangkap Komplotan Perampok Rokok Senilai Rp 8,6 Miliar

Surabaya (beritajatim.com) – Komplotan pelaku penggelapan satu truk kontainer muatan rokok Lucky Strike dan Benhill senilai Rp 8,6 miliar diringkus jajaran Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim.

Tujuh pelaku, termasuk otak perampokan Dodik alias Bapak (51), serta sang sopir kontainer bernama Jefri (27) asal Kedung Banteng, Kota Surabaya turut dibekuk dalam pengungkapan ini.

Selain mengamankan seseorang yang diduga kuat sebagai otak pelaku perampokan, polisi juga mengamankan lima orang yang terlibat dalam aksi perampokan ini.

Direktur Direktorat Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jatim, Kombes Pol Gupuh Setiyono mengatakan, lima orang yang ikut diamankan dan diduga kuat terlibat dalam aksi perampokan itu bernama Iwan (34), Sumarwanto (50), Romli (47), Aming (46) dan Tjio Beng Lie (51).

Lebih lanjut Gupuh menjelaskan, lima orang ini selain terlibat dalam aksi perampokan, juga mempunyai peran yang berbeda-beda. “Aksi perampokan ini terjadi Jumat (7/12/2018). Perampokan itu baru bisa diungkap satu bulan berikutnya, Selasa (8/1/2019),” ungkap Gupuh, Rabu (16/1/2019).

Mulanya, lanjut Gupuh, Jefri, yang berperan senagai sopir dalam aksi perampokan ini, mendapat order mengangkut rokok satu kontainer ukuran 40 feet, dari pabrik rokok PT Bentoel di Malang. “Jefri kemudian menghubungi Iwan, memberitahu bahwa dirinya mendapat order mengangkut rokok senilai Rp. 8,6 miliar ke Sumatera Utara melalui Pelabuhan Teluk Lamong, Kabupaten Gresik,” papar Gupuh.

Masih menurut Gupuh, Iwan bersama Dodik alias Bapak, kemudian merencanakan menguras isi kontainer yang disopiri Jefri tersebut. Atas sepengetahuan Jefri, kedua tersangka ini sepakat melakukan aksi perampokan ini. “Lalu si Jefri ini berhenti di rest area Sidoarjo. Muatan yang seharusnya dibawa ke Teluk Lamong dibelokkan ke Jombang,” kata Gupuh.

Di Jombang, muatan itu dibongkar menggunakan beberapa kendaraan, Dibawa ke beberapa kota, seperti Kota Surabaya dan Kediri.

Kasubdit Jatanras AKBP Leonard Sinambela menambahkan, pihaknya saat ini terus mendalami aksi perampokan ini. Dan semua pelaku yang tertangkap kemudian diamankan ke Mapolda Jatim baik otak pelaku, sopir dan juga penadahnya.

Leonard mengatakan, mereka yang terlibat aksi perampokan ini dijerat dengan pasal 372 dan pasal 480 KUHP tentang tindak pidana penggelapan muatan truk dan persekongkolan jahat atau penadahan dengan ancaman empat tahun penjara. [uci/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar