Hukum & Kriminal

Polda Limpahkan Tersangka Investasi Bodong Memiles ke Kejaksaan

Surabaya (beritajatim.com) – Penyidik Polda Jatim melimpahkan tersangka dan barang bukti kasus Investasi bodong Memiles yang terjadi pada awal tahun 2020 lalu, Rabu (29/4/2020). Ada lima tersangka dan barang bukti uang sebesar Rp 150 Miliar, serta 28 mobil yang diserahkan ke Jaksa penuntut umum Kejati Jatim.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jatim Kombes Pol Gidion Arif Setyawan menyebutkan, penyidikan terhadap lima tersangka kasus tersebut telah rampung. Pihaknya kemudian menyerahkan barang bukti dan 5 orang tersangka. Di antaranya, KT alias S, FS, dan Dr E, P, dan W.

“Hari ini sudah kami limpahkan ke kejaksaan, sebagai jaksa penuntut umum. Sehingga tuntas sudah penyidikan kasus Investasi Bodong atau Memiles. Serta barang bukti uang tunai dan puluhan mobil. Dan berikutnya adalah tahap penuntutan dan masuk pada proses persidangan,” ujarnya.

Dia menambahkan, pihaknya kemungkinan akan melanjutkan pada perkara Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Karena pihaknya belum tuntas tracking pada aset, masih kemungkinan dibuka dan dilanjutkan TPPUnya. “Kalau TPPU bisa berkembang lagi (jumlah tersangka), termasuk headmaster (progam memiles) yg ini bisa kami jaring dengan TPPU,” tambahnya.

Apakah saksi yang sudah diperiksa bisa terlibat TPPU? Gideon menyebut bahwa saksi yang sudah diperiksa hanya mendapatkan reward atau dapat kompensasi kemudian Endors yang sudah dikembalikan. Pihaknya tidak bisa mengenakan TPPU. Sampai saat ini penyidik Ditreskrimsus Polda Jatim masih melakukan Tracing terhadap Struktur PT KAM AND KAM.

Sementara itu saat ditanya soal keluarga Cendana yang juga turut terima uang hasil dari Investasi Bodong Memiles. Gideon mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa mengenakan TPPU kepada keluarga Cendana, karena keluarga Cendana tidak masuk dalam struktur dari PT KAM AND KAM. Serta uang yang diterima juga sudah dikembalikan.

Diberitakan sebelumnya, Subdit I Tipid Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim mengungkap kasus investasi bodong berbasis aplikasi ‘Memiles’ yang dijalankan ‘PT. Kam and Kam’. Perusahaan yang berkantor di kawasan Sunter Jakarta itu baru berumur delapan bulan. Namun sudah memiliki sedikitnya 264.000 orang member aplikasi, dan dalam kasus ini diperoleh total kerugian sekitar Rp 761 Miliar.

Kasus tersebut mulai masuk tahap penyelidikan oleh Ditreskrimsus Polda Jatim sejak Desember 2019. Hasilnya, dua orang petinggi perusahaan telah ditetapkan sebagai tersangka, Kamal Tarachan atau Sanjay sebagai direktur, kemudian Suhanda sebagai manajer. [uci/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar