Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Polda Jatim Tetapkan 5 Tersangka Pengaturan Skor Liga 3, Satu Orang Masih DPO

Surabaya (beritajatim.com) – Satu diantara lima orang tersangka kasus pengaturan skor (Match Fixing) sepak bola Liga 3 Jatim masih diburu Polda Jatim.

Tersangka tersebut adalah HP (33) hingga saat ini masih dikategorikan sebagai tersangka yang namanya telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), karena dua kali mangkir dari agenda pemeriksaan.

Sementara BS, salah satu tersangka yang sebelumnya sesumbar bakal membongkar daftar nama orang dan oknum pejabat federasi sepakbola yang terlibat, usai dikeler petugas untuk jumpa pers mengaku tetap patuh dengan proses penyidikan hingga ke tahapan lebih lanjut.
“Nanti nanti, proses penyidikan semuanya,” ujar BS, Rabu (16/3/2022).

BS bersikukuh bakal membongkar puluhan nama orang dan oknum yang diduga terlibat dalam praktik pengaturan skor atau mafia bola, di kancah sepak bola nasional. “Nanti lihat saja. Nama-nama masih ada dikantongku,” pungkasnya, seraya menyibak kerumunan awak media yang masih berjejal di depannya.

Sementara itu, Direktur Ditreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Totok Suharyanto mengungkapkan, pihaknya hingga saat ini tidak mendapati informasi berkaitan dengan hal tersebut, selama proses pemeriksaaan terhadap BS. “Sampai saat ini, belum ada,” tegas Totok, saat berlangsungnya konferensi pers di Gedung Humas Mapolda Jatim.

Sekadar diketahui, berdasarkan catatan kepolisian sepanjang proses penyidikan kasus tersebut berlangsung. Sudah ada lima orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Namun, penyidik Subdit I Kamneg Ditreskrimum Polda Jatim masih membekuk empat orang tersangka atas kasus tersebut, yakni, BS (52), DYPN (33), IM, dan FA (47), sejak Kamis (24/2/2022).

Sedangkan, kelima orang tersangka itu, diduga terlibat dalam persekongkolan pengaturan skor dalam dua pertandingan sepakbola Liga 3 PSSI Jatim.

Diantaranya, pertandingan Gresik Putra FC vs NZR Sumbersari, dan pertandingan Gresik Putra FC vs Persema Malang, pada tanggal 14 dan 15 November 2021 di salah satu stadion Kabupaten Malang.

Kemudian, nilai uang yang mengalir dalam praktik lancung yang dilakukan para pelaku bervariasi, mulai dari Rp20 Juta, Rp 30 juta, hingga Rp70 juta.

Dari tangan keempatnya, sementara ini, penyidik berhasil menyita sejumlah barang bukti yakni hasil pemeriksaan laboratorium forensik terhadap ponsel dan memori card tersangka.

Kemudian, surat keputusan Komdis PSSI Jatim No 001 dan 002/Komdis/PSSI Jatim/XI/2021 tanggal 19 November 2021. Dan, tujuh unit ponsel, delapan kartu perdana, dan empat memori penyimpanan file ponsel.

Kelimanya, bakal dijerat Pasal 2 UU Nomor 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap, juncto Pasal 55 KUHP. Ancamannya, lima tahun kurungan penjara dan denda sebesar Rp15 juta. [uci/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar