Hukum & Kriminal

Polda Jatim: Siapa Penyebar Isu telur Beracun?

Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera

Banyuwangi (beritajatim.com) – Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera bersuara mengenai merebakanya isu telur beracun mengandung dioksin. Kondisi itu membuat sejumlah masyarakat menjadi resah.

Menurutnya, kondisinya nyaris sama dengan isu-isu lain sebelumnya. “Dulu juga ada telur plastik, itu dicek juga palsu, terus ada beras plastik juga palsu dan hoax. Kemudian ada contoh lagi garam mengandung kaca, sekarang ada lagi telur beracun,” kata Frans Barung Mangera saat di Banyuwangi, Senin (25/11/2019).

Untuk itu, pihaknya akan melakukan tindakan untuk menanggapi opini yang berkembang. Di antaranya akan memeriksa melalui tim cyber Polda Jatim. “Itu kan ada tim Cyber kemudian Cyber Crime untuk segala hal yang berkaitan dengan isu maupun menanggapi opini publik yang berkembang. Kita akan selidiki aku mana yang menyebarkan,” terangnya.

Barung mengungkapkan, prosedur penjualan yang berkaitan pangan yang beredar di pasaran telah dilakuakn pengecekan. Termasuk mengenai peredaran telur tersebut.

“Saya kira semua komponen pemerintah sudah melakukan pengecekan. Pengecekan melalui departemen kesehatan, BPOM juga melakukan pengecekan berkaitan dengan pangan masyarakat,” ucapnya.

Akan tetapi, pihaknya yakin tidak akan mabil diam jika hal itu menyangkut hukum. “Tapi begini, semua yang berkembang di masyarakat terutama di luar cyber akan kita lakukan pengecekan. Pengecekan lidik donk,” pungkasnya. [rin/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar