Hukum & Kriminal

Agen Travel Diduga Bobol Kartu Kredit

Polda Jatim Dalami Peran 6 Selebriti Papan Atas Indonesia

Surabaya (beritajatim.com) – Tim Kriminal Khusus Polda Jatim mengungkap pembobolan kartu kredit yang dilakukan sebuah agen travel. Tiga tersangka berhasil diamankan dalam kasus ini, mereka adalah SG (pemilik agen travel yang menjual tiket maskapai atau kamar hotel hasil kejahatan carding), FD (pemilik agen travel yang menjual tiket maskapai atau kamar hotel hasil kejahatan carding) dan MR (eksekutor/ yang melakukan pembelian tiket tiket maskapai dan kamar hotel yang pembayarannya menggunakan data kartu kredit milik orang lain).

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menyatakan dalam melakukan aksinya, para tersangka juga melibatkan sejumlah publik figur alias selebriti untuk endors. Mereka adalah GA (Gisella Anastasya), JI (Jesica Iskandar), TM (Tyas Mirasih), dan BW (Boy William), serta AK (Aukarin), dan RS (Rut Stevani).

“Keterlibatan para publik figur ini masih kita dalami,” ujar Turno, Kamis (27/2/2020).

Turno menjelaskan dalam melakukan aksinya, SG dan FD membuka usaha Agen Travel dengan iming iming promo tiket diskon 20% – 30%, yang mana media promosinya melalui akun instagram atas nama @TN, selanjutnya apabila ada pelanggan yang memesan tiket maskapai atau kamar hotel, tersangka SG dan FD menyuruh pelanggan untuk mencari tahu dulu harga tiket resmi pada website Traveloka.com dengan dalih agar bisa menentukan diskon yang akandiberikan kepada pelanggan, selanjutnya tersangka SG dan FD membeli tiket tersebut dari para pelaku illegal akses jenis carding yang salah satunya adalah tersangka MR.

“Dengan harga beli hanya sebesar 40%-50% dari harga resmi, kemudian dijual lagi kepada pelanggan seharga 70%-75% dari harga resmi,” ujarnya.

Untuk tersangka MR mendapatkan data data kartu kredit milik orang lain secara illegal dengan cara membeli dari para pelaku spammer (pencuri data kartu kredit) melalui media social Facebook Messenger, dengan harga per 1 data kartu kredit (CC) Rp. 150.000 – 200.000, untuk data kartu kredit yang dibobol / digunakan untuk melakukan pembelian tiket tiket adalah milik orang Jepang. [uci/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar