Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Polda Jatim Bekuk 262 Pelaku Kejahatan Jalanan

Wakil Kepala Polda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo memeriksa barang bukti pelaku kejahatan

Surabaya (beritajatim.com) – Kejahatan jalanan di wilayah hukum Jawa Timur masih bergentayangan, hal itu bisa dilihat dari banyaknya pelaku yang berhasil dibekuk oleh Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim dan 39 polres jajaran.

Dalam kurun waktu dua bulan, sebanyak 262 orang tersangka tindak pidana kriminalitas jalanan, berhasil ditangkap.
Rinciannya, pelaku pencurian dengan pemberatan berjumlah 127 tersangka. Kemudian, pencurian dengan kekerasan berjumlah 51 orang tersangka. Sedangkan pencurian motor berjumlah 84 tersangka.

Dalam melakukan aksinya, para pelaku menggunakan beberapa senjata tajam mulai dari senjata tumpul seperti palu, linggis, kayu. Kemudian senjata tajam seperti pisau, parang, golok, dan celurit. Dan ada juga yang senjata api seperti pistol.

Adapun modus pelaku dalam melakukan aksinha adalah dengan menggasak barang bawaan korban saat berkendara di jalanan umum. Ada juga yang mengancam korbannya dengan senjata tajam.

Bahkan, ada juga yang nekat mengaku sebagai anggota intel untuk menggertak korban dengan todongan pistol, sebelum menguras harta benda korban.

Kemudian, untuk pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat). Para tersangka masuk ke dalam rumah, gudang atau gedung fasilitas umum milik korbannya, dengan cara merusak kunci pintu menggunakan benda tumpul.

Wakil Kepala Polda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo bertanya kepada satu orang tersangka

Sedangkan, para pelaku melakukan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor). Modusnya, sebagian besar pelaku kejahatan curanmor masih menggunakan metode merusak kunci sepeda motor maupun mobil menggunakan Kunci (T).

“Kegiatan ini menyikapi pertama, tidak lama lagi melaksanakan natal dan tahun baru. Kedua, menyikapi perkembangan covid-19 mulai membaik,” ujar Wakil Kepala Polda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, di Mapolda Jatim.

Akibat perbuatannya. Para pelaku Curas bakal dikenai Pasal 365 KUHP. Ancaman pidana penjaranya, selama sembilan tahun.

Namun, bilamana menyebabkan korban luka berat 12 tahun, dan pidana mati atau seumur hidup jika menyebabkan korban meninggal dunia.

Sedangkan pelaku Curat dan Curanmor, bakal dikenai Pasal 363 KUHP. Ancaman pidana penjara maksimalnya sembilan tahun.

“Polda Jatim dan jajaran polres bersama melakukan akan menindak tegas kasus curas, curat, dan curanmor di seluruh daerah Jatim,” tuturnya.

Mengingat, banyaknya peristiwa pelaku tindak kriminalitas jalanan yang terjadi di wilayah hukum Polda Jatim tersebut.

Polda Jatim bakal terus melakukan upaya maksimal dengan mengerahkan semua sumber daya yang ada baik di tingkat Polda melalui Timsus 3C Subdit III Jatanras maupun tingkat Polres melalui Tim Opsnal atau Tim Buser Sat Reskrim jajaran Polda Jatim.

Guna melakukan penegakkan hukum secara tegas dan terukur kepada para pelaku kejahatan curas, curat dan curanmor.

“Harapan kami dengan kegiatan tergelar. Ini untuk bisa menyampaikan pesan masyarakat untuk tetap melaksanakan kegiatan pengamanan diri, terlepas dari tugas kepolisian agar Jatim kondusif,” pungkasnya. [uci/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar