Hukum & Kriminal

Polda Jatim Ambil Alih Kasus ASN Pengguna Narkoba di Kota Malang

Kelompok pengguna narkoba di Kota Malang salah satunya ASN Pemkot Malang.

Malang(beritajatim.com) – Polda Jawa Timur mengambil alih proses penyidikan kasus penggunaan narkoba yang menjerat seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Malang, berinisial AH. Dalam kasus ini AH mengkonsumsi narkoba bersama 5 rekannya, dua diantaranya perempuan.

Kabid Humas Polda Jatim, Komisaris Besar Polisi Gatot Repli Handoko mengatakan, usai dirilis mereka langsung dibawa ke Mapolda Jatim di Surabaya. Berbeda dengan kasus-kasus narkoba lainnya. Dikatakan Gatot semua demi mempercepat proses hukum yang menjerat mereka.

“Masih dikembangkan lagi, makanya yang ada (tersangka) dulu kita geser ke Polda Jatim. Tidak ada (tekanan),” ujar Gatot, Minggu, (28/3/2021).

Perburuan Satreskoba Polresta Malang Kota terhadap kelompok ini sempat diwarnai insiden salah grebek kamar di hotel. Semua berawal dari informasi yang diterima oleh salah satu tersangka terkait asal muasal narkoba didapat. Saat menggerebek sebuah kamar di hotel, bukan salah satu kelompok ini yang didapat melainkan seorang tamu hotel yang ternyata Kolonel TNI yang sedang bertugas.

Gatot mengatakan, pemindahan kasus ke Polda Jatim untuk mempercepat penanganan. Dia memastikan polisi akan profesional. Gatot menegaskan tidak ada istilah bekingan dalam kasus ini. Polisi akan memproses sesuai aturan yang ada.

“Polri tetap menangani kasus sesuai aturan hukum yang ada. Tidak ada istilah beking-bekingan, kita tetap periksa. Kita sidik dan tuntaskan sampai pengadilan. Barang buktinya 4 paket sabu, dan 20 paket ganja, juga ada inexnya, dan sebuah HP,” kata Gatot.

Akibat perbuatanya ke enam tersangka dijerat dengan pasal 111 ayat 1, kemudian pasal 114 ayat 1, kemudian pasal 112 ayat 1, kemudian pasal 132 ayat 1 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan Psikotropika. Ancaman hukuman 5 tahun sampai 20 tahun penjara.

“Sampai saat ini masih belum ada ASN lain yang juga terjerat narkoba. Motivasinya si AH pakai narkoba alasannya karena pekerjaan, menambah daya tahan tubuh. Mereka ditangkapnya di tempat berbeda, tapi mereka tetap satu kelompok,” tandasnya. (luc/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar