Hukum & Kriminal

Polda Jatim: Ada Unsur Kelalaian Dalam Ambruknya SDN Gentong Pasuruan

Kabid Humas Polda Jatim, Kombespol Frans Barung Mangera

Surabaya (beritajatim.com) – Polda Jawa Timur menemukan adanya unsur kelalaian dalam insiden ambruknya SDN Gentong I Pasuruan. Selain itu, ada juga dugaan korupsi berupa pengurangan material serta pelanggaran spesifikasi konstruksi ketika proyek pembangunan gedung sekolah dilakukan.

Kabidhumas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera di Balai Wartawan kepada awak media, Jumat (8/11/2019) menyatakan adanya dua pelanggaran tersebut diperoleh dari hasil dari gelar perkara bersama Polres Pasuruan Kota terhadap kasus dugaan adanya unsur lalai hingga menyebabkan orang lain meninggal dunia maupun luka-luka sesuai pasal 359 KUHP pada kasus sekolah ambruk ini, dikatakan Barung, proses penyidikan akan berada di tangan Polres Pasuruan Kota.

“Kemudian untuk kasus tindak pidana tertentu, tindak pidana korupsi. Ditangani oleh Polda Jawa Timur, Subdit Tipikor Ditkrimsus Polda Jawa Timur,” tandas Barung.

Kendati telah ditemukan pelanggaran hukum, polisi hingga kini belum juga menentukan siapa tersangka yang dinilai bertanggung jawab atas peristiwa itu. Namun, Barung memastikan, pihaknya akan menangani kasus tersebut secara transparan dan secepatnya.

“Kita akan gelar ini se transparan mungkin dalam rangka secepatnya,” tutup Barung.

Diberitakan sebelumnya, dua orang meninggal dunia, terdiri dari satu siswa dan seorang guru, serta belasan siswa lainnya mengalami luka-luka akibat ambruknya atap di SDN Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan.

Peristiwa terjadi pada saat proses belajar mengajar baru saja dimulai. Yakni, sekitar pukul 08.30 WIB.

Gedung sekolah yang ambruk berada di bagian depan terdiri dari empat kelas, yakni kelas 2 A dan B, serta kelas 5 A dan B.

13 orang menjadi korban, dua diantaranya meninggal dunia. Sisanya mengalami luka berat hingga sedang. Adapun identitas korban yang meninggal dunia, antara lain seorang siswi berinisial IA (8) warga Gentong, Kota Pasuruan dan guru pengganti, bernama Silvina Asri (19). [uci/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar