Hukum & Kriminal

Polda Antisipasi Penyebaran Covid-19 Melalui Migran yang Masuk Jatim

Surabaya (beritajatim.com) – Kapolda Jatim bersama Pangdam V/Brawijaya, Sekda Prov. Jatim, serta Wakil Rektor Bidang Riset Inovasi dan Comunity Development Unair melakukan rapat bersama. Rapat dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dari pekerja migran Indonesia di Jawa Timur.

Dalam kesempatan ini, Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, M.Si. Wakil Rektor Bidang Riset Inovasi dan Comunity Development Unair menjelaskan, terkait dengan Mutasi Virus Sars Cov-2 dan analisa serta cara penanganannya dengan cara pencegahan dengan penerapan protokol kesehatan, pengobatan bagi yang sudah terinveksi dan vaksinasi untuk membentuk Herd immunity covid 19.

“Maka dari itu perlu adanya pencegahan mobilitas masyarakat untuk mencegah munculnya varian virus baru yang dapat menimbulkan reinveksi kepada masyarakat baik yang sudah terinveksi maupun yang sudah vaksinasi,” jelas Ni Nyoman Tri Puspaningsih.

Pangdam V/Brawijaya, Mayjend TNI Suharyanto mengatakan, terkait dengan penanganan PMI di Jatim, maka Forkopimda Jatim membentuk Satgas Repatriasi dengan susunan Dansatgas: Pangdam V/Brawijaya, Wadansatgas: Kapolda Jatim, Wadansatgas II: Sekda Prov. Jatim, Penasehat: Gubernur Jatim dan Pangkoarmadha II.

“Dalam pelaksanaannya dibantu Subsatgas Bandara, Subsatgas Transportasi, Subsatgas Akomodasi/Karantina, Subsatgas Logistik dan Subsatgas Kesehatan,” kata pangdam dalam paparanya.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, menambahkan. Penanganan PMI di Jatim ditindaklanjuti dengan pembentukan Satgas Repatriasi dengan langkah langkah yang signifikan, diantaranya. Penyiapan personil Satgas Repatriasi dengan pendataan nomer ponsel, kesepakatan Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai dasar pengendalian, penyimpan sarana di beberapa tempat, seperti di Bandara, Rumah Sakit dan Tempat Karantina, serta kesepakatan Prosedur PMI yang masuk.

Prosedur penanganan PMI yang datang dilaksanakan swab PCR. Apabila hasilnya positiv maka akan dikarantina langsung sampai hasilnya negativ. Apabila negativ maka akan dikirimkan ke kabupaten asal dengan catatan dikarantina 3 hari terlebih dahulu.

“Prosedur ini akan dilaksanakan sampai tidak ada lagi PMI yang masuk ke Indonesia atau masa pandemi kerakhir,” Tandasnya Kapolda Jatim. [uci/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar