Hukum & Kriminal

Polairud Polda Jatim Amankan 3 Ribu Detonator dari TNT

Petugas saat menggelar perkara kasus perakitan dan penjualan detonator di Mapolairud, Tj Perak, Surabaya, Jumat (17/2/2021).(Manik Priyo Prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Dua pelaku A (37) dan M (40) terpaksa diamankan petugas Diresktorat Polisi Air dan Udara, Polda Jatim. Keduanya merupakan pembeli dan pembuat detonator yang diduga akan digunakan sebagai pematik bom bondet.

Kasubdit Penegakan Hukum Polairud Polda Jatim, AKBP Siswantoro menjelaskan, penangkapan kedua pelaku berawal dari informasi adanya proses perakitan atau pembuatan detonator bahan pemicu ledakan bom bondet.

Usai dilakukan pengembangan dari informasi tersebut didapatlah pelaku berinisial M asal Sumenep Kepulauan Madura  Jawa Timur.  Selanjutnya petugas mencari tahu apakah detonator tersebut digunakan sendiri atau dijual.

“Dari penyelidikan awal M kita dalami dan ikuti pergerakannya. Ternyata M ini merupakan perakit detonator dan hendak menjualnya seharga Rp 7.000 per biji,” jelasnya kepada beritajatim.com saat gelar perkara, Jumat (17/2/2021).

Saat petugas hendak mengamankan M ternyata ada informasi bahwa M sudah membuat 3.000 biji detonator. Alat pemicu ledakan sebanyak ini pun membuat petugas sontak terkejut. Bagaimana tidak, satu pemicu ledakan dengan bahan ledakan besar atau kecil sangat membahayakan. Sehingga petugas pun mencoba mengamati pergerakan M sampai pada proses transaksi jual beli detonator.

Benar ternyata 3 ribu detonator tersebut ternyata dipesan oleh A yang merupakan warga Situbondo, Jawa Timur. Kemudian petugas mencoba untuk mengamankan keduanya saat melakukan transaksi jual beli ini di Pelabuhan Jangkar  Situbondo.

“Saat transaksi kami pun melakukan penyergapan keduanya dan mendsoatkan dua pelaku beserta 3nribu detonator tersebut,” lanjutnya.

Usai mebgamankan keduanya petugas kemudian melakukan pemeriksaan terkait pengamanan 3 ribu detonator ini. Kini kasus ini masih dalam proses penyelidikan dan petugas mengincari para pembeli eceran maupun penyuplai TNT bahan peledak untuk membuat detonator ini.

Kedua pelaku pun diganjar dengan pasal 1 UU Darurat no 1 tahun 1951. Mereka terancam hukuman pidana hukuman mati, atau hukuman seumur hidup.

“Kita dalami guna mencari pembuat bondet atau penyuolai bahan peledaknya,” pungkas Siswantoro. (man/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar