Hukum & Kriminal

PN Surabaya Bakal Sanksi Pegawai PN yang Diperiksa KPK

Foto ilustrasi

Surabaya (beritajatim.com) – Humas Pengadilan Negeri (PN) Surabaya Martin Ginting menyatakan institusinya bakal memberikan sanksi pada Gunawan Wicaksana selaku staf yang sebelumnya dipanggil KPK dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi perkara di Mahkamah Agung (MA) 2011-2016 dengan tersangka mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi (NHD) dan Rezky Herbiyono (RHE), swasta atau menantunya.

Martin mejelaskan, kinerja Gunawan Wicaksana yang kerap tidak masuk kerja dan sudah berulang kali mendapat surat teguran.

“Gunawan ini sering bolos kerja, sudah ada teguran secara tertulis. Rencana Ketua Pengadilan Negeri Surabaya, ke depan akan diusulkan guna mendapatkan sanksi karena tidak mengindahkan teguran secara tertulis dari pimpinan kemudian tergantung Bawas yang akan menentukan bentuk sanksinya seperti apa?,” ujar Ginting, Senin (2/3/2020).

Ginting menanbahkan, selain Gunawan Wicaksono KPK juga memanggil H.Surachmad selaku juru sita yang di perbantukan di bagian umum.

“Benar, mereka dipanggil sebagai saksi atas kasus Sekretaris MA (Nurhadi),”katanya saat dikonfirmasi di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (2/3/2020).

Disinggung terkait adanya kekerabatan dua PNS PN Surabaya dengan Nurhadi, hakim Gunting mengaku tidak tau. “Saya tidak tahu soal itu,” jawabnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil dua pegawai negeri sipil (PNS) pada Pengadilan Negeri (PN) Surabaya sebagai saksi dalam penyidikan kasus suap dan gratifikasi perkara di Mahkamah Agung (MA) 2011-2016.

Dua saksi tersebut, yakni Surachmad dan Gunawan Wicaksono. Keduanya diagendakan diperiksa untuk tersangka Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal Hiendra Soenjoto (HS). [uci/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar