Hukum & Kriminal

PN Surabaya Lockdown, Ini Komentar Para Pencari Keadilan

Surabaya (beritajatim.com) – Keputusan lockdown yang diambil oleh Pengadilan Negeri (PN) Surabaya membuat para kalangan pencari keadilan terdampak. Yakni terhentinya aktifitasnya yang biasa mereka lalukan di lembaga peradilan yang ada di Jl Raya Arjuna Surabaya ini.

Seperti halnya dengan Fariji SH Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Lacak. Perkara yang dia tangani memang harus terhenti untuk sementara, namun dia mendukung upaya PN Surabaya dalam memutus mata rantai Covid-19.

“Tentunya PN Surabaya memiliki alasan yang kuat kenapa memutuskan untuk melakukan lockdown, dan sudah disebutkan bahwa ada beberapa pegawai yang sudah dinyatakan positif Covid-19. Jadi ini merupakan keputusan yang tepat,” ujar Fariji.

Fariji juga turut menghimbau agar para masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan dan juga mendukung upaya pemerintah dalam program gerakan vaksin. “Karena ini sudah ada vaksin, jadi saya menghimbau agar semua masyarakat untuk melakukan vaksin,” ujarnya.

Terpisah, advokat Bernike Hangesti SH MH yang biasa mendampingi klien saat sidang di PN Surabaya juga mendukung kebijakan yanh diambil PN Surabaya ini. Menurutnya, kebijakan tersebut sebagai upaya melindungi para penegak hukum dan pencari keadilan.

Meskipun kesannya, peradilan dan kepastian hukum menjadi lebih lama. “Namun PN Surabaya tetap mengeluarkan kebijakan yakni terkait upaya hukum tetap bisa dilakukan melalui WhatsAap,” ujarnya.

Lebih lanjut Bernike menyatakan bahwa PN Surabaya juga sudah memberikan nomor telepon para petugas untuk pencari keadilan. :Kami berharap agar pandemi ini segera berakhir agar persidangan bisa digelar seperti semula, agar kepastian hukim juga segera kita dapatkan,” tambahnya.

Perlu diketahui, paska pelaksabaan swab pada 13 Januari 2021, Pemkot Surabaya telah menyerahkan hasilnya dan ternyata terdapat 11 orang yang terpapar dan yang terbanyak adalah dari kalangan Panitera Pengganti. Sehingga kumulasi jumlah warga PN yang terpapar virus saat ini berjumlah 15 orang termasuk 4 orang yang sudah dirawat sebagai pasien covid 19 sebelum dilakukan swab.

Humas PN Surabaya Martin Ginting menyatakan atas dasar kondisi tersebut maka Ketua PN Surabaya Dr.Joni,SH.MH segera melaporkan kepada Ketua PT Jawa Timur. Nah, pada hari itu juga mendapat arahan, sehingga kemarin sore Joni segera menerbitkan surat keputusan pelaksanaan Lockdown di PN Surabaya sampai 22 Januari 2021.

“Menurut KPN keselamatan ASN PN Surabaya maupun masyarakat pengguna jasa PN Surabaya adalah menjadi pertimbangan utama dalam Lockdowon ke-3 ini. Diharapkan dengan adanya lockdown ini, maka PN Surabaya telah mengakomodir kebijakan pemerintah untuk memeutus mata rantai penyebaran virus di lingkungan PN Surabaya,” kata Ginting.

“Hal ini menurut KPN sangat penting karena sebelum covid maupun setelah adanya covid 19, intensitas kunjungan publik ke PN Surabaya sangat tinggi, sehingga krumunan massa pada jam pelayanan sangat potensi sebagai pusat penyebaran virus. Apalagi pengguna jasa pengadilan berasal dari berbagai daerah, sehingga KPN merasa penting dihentikan pelayanan publik untuk sementara waktu,” sambungnya. [uci/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar