Hukum & Kriminal

PN Kediri Sidangkan Gugatan Bos PT Triple S ke Bank Panin

Kediri (beritajatim.com) – Pengadilan Negeri Kediri menggelar sidang kasus perdata yang diajukan oleh bos PT Triple S Kediri, Sony Sandra terhadap PT Bank PAN Indonesia Tbk serta sejumlah pihak, Jumat (13/3/2020). Penggugat menuntut pengembalian uang tabungannya berikut kerugian yang dialami mencapai Rp 100 miliar.

Sidang yang dipimpin oleh ketua majelis hakim Sarah Louis S, SH. MHum ini, memasuki agenda pembacaan gugatan. Pemohon yang diwaliki oleh penasihat hukumnya, Dr. Wijayanto Setiawan, SH, Mhum, SPn membacakan materi gugatannya. Sementara itu, pihak termohon juga diwakili oleh dua orang pengacaranya dari total yang diajukan 16 orrang.

“Yang bersangkutan dari pimpinan cabang Kediri dan manajer Bank Panin mendatangi Sony, agar uang milik klien saya ditabungkan di Panin Bank dengan dijanjikan bunga lebih tinggi,” ungkap Wijayanto.

Peristiwa tersebut terjadi, pada akhir 2017 lalu. Tergugat mendatangi Sony Sandra di Lapas Kelas 2A Kediri. Sebab, Sony yang berstatus sebagai terpidana kasus pencabulan anak tengah menjalani masa penahanan. Dalam pertemuan tersebut, Sony akhirnya mengamini anjuran untuk mengalihkan tabungannya dari Bank Jatim ke Bank Panin.

“Sony dimintai tanda tangan, diberikan surat kosong tanpa identitas tapa nama. Kemudian, oleh Bank Panin seolah-olah saudara Sony membeli sebuah surat utang kepada bank lain, padahal Sony tidak mengerti. Akhirnya lembaga yang melakukan jual-beli surat utang itu dinyatakan pailit dan uangnya Sony tidak kembali,” terus Wijayanto.

Total uang Sony yang dipindahkan mencapai Rp 35 miliar. Pemindahan tabungan itu dilakukan bertahap, Rp 10 miliar, Rp 15 miliar dan Rp 10 miliar. Tergugat kemudian mendatangi Sony kembali di Lapas. Mereka bermaksud menawari pengembalian uang Sony, namun hanya 35 persen saja. Tentu, Sony menolaknya. Dia merasa telah ditipu oleh tergugat.

“Secara ketentunya, Sony dalam keadaan tidak bebas karena berada di dalam tahanan. Itu tidak boleh. Menurut yurisprudensi, itu cacat dan batal. Oleh sebab itu, Sony mengajukan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dengan tuntutan pengembalian uang tabungan tersebut Rp 35 miliar dan kerugian yang dialami baik moril maupun lainnya. Total keseluruhan mencapai Rp 90-100 miliar,” tegas Wijayanto.

Ada sejumlah pihak yang digugat dalam perkara ini. Pertama PT Bank PAN Indonesia Tbk, kemudian PT Bank PAN Tbk Kantor Cabang Kediri, Bambang Suprihadi, SE dan Eka Marifatul Auliani, SE. Sementara itu, pihak Bank Panin siap untuk meladeni gugatan tersebut. Terbukti, dalam tahap mediasi, tergugat tidak mengindahkan tuntutan dari penggugat. Hingga akhirnya persidangan memasuki tahap pembacaan gugatan hari ini.

“Tanggapan terhadap pebacaan gugatan, sudah tentu prosedurnya persidangan setelah mediasi itu gugatan. Berikutnya kami akan menjawab. Kalau jawabannya, pasti menjawab gugatan yang diajukan,” jawab Imanwela, penasihat hukum Bank Panin saat dikonfirmasi usai persidangan.

Sidang lanjutkan akan dilakukan melalui sistem baru yakni, Layanan E-Court. Kedua belah pihak melakukan jawab-jinawab via elektronik yang sudah dijadwalkan oleh majelis hakim. Tetapi dalam mekanisme tersebut, kedua belah pihak sempat mengkhawatirkan terjadinya eror system dalam proses input data ke layanan.

Sekedar diketahui, Sony Sandra saat ini menjalani masa penahanan dalam kasus tindak pidana pencabulan anak. Pemilik perusahaan kontraktor PT Triple S Kediri tersebut awalnya ditahan di Lapas Kelas 2 A Kediri dan sempat dipindahkan ke Lapas Madiun. [nm/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar