Hukum & Kriminal

PN Kabupaten Kediri Gelar Sidang Gugatan Praperadilan QNet

Kediri (beritajatim.com) – Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri menggelar sidang gugatan praperadilan yang diajukan PT Amoeba dan Akademi Wirausaha Indonesia (AWI) kepada Polres Lumajang, Kamis (28/11/2019). Dalam sidang perdana ini kuasa hukum pemohon membacakan dakwaannya.

Solikin HD, selaku kuasa hukum pemohon mengatakan, ada tiga poin yang diutarakan dalam surat dakwaan. Dirinya mengaku, perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang legal dan memiliki surat izin resmi dari dinas terkait untuk menjalankan usaha perdagangan di Indonesia.

“Kita itu ada pendirian perusahaan, ada keterangan domisili, ada pengurus ya kemudian ada daftar perusahaan, ada izin perdagangan. PT Amoeba Internasional yang selama ini didengungkan ilegal, kami semua ada dokumennya lengkap. Kami akan hadirkan ahli yang bisa mengatakan bahwa kami adalah perusahaan sah yang secara hukum dan bisa menjalankan aktivitas di indonesia,” jelas Solihin.

Poin kedua, imbuh Solikin, kasus itu sudah pernah ditangani pihak Polda Jatim dan Mabes Polri yang akhirnya dihentikan. “Dari contoh kasus yang sama dan sudah dihentikan lalu apa yang ditangani oleh pihak penyidik ini kalau mereka sudah menangani ini kan tentunya akan ada novum baru. Ditambah rata-rata semua saksi tidak di Lumajang dan berada di daerah lain. Ini menunjukkan bahwa akan sulit membuktikan di persidangan Pengadilan Negeri Lumajang,” tandasnya.

Sementara itu, poin ketiga adalah perihal penyitaan barang yang dilakukan tim Cobra Polres Lumajang di Kediri terkait pengembangan kasus dugaan MLM milik Q-Net di Lumajang. Solikin menegaskan, tidak ada sangkut pautnya barang barang yang disita dengan perkara tersebut.

Terpisah, kuasa hukum Polres Lumajang Abdul Rohim mengatakan, pihaknya akan menjawab semua dakwaan yang diajukan pemohon.

Menurutnya, kasus yang ditangani Polres Lumajang berbeda dengan perkara di Polda Jatim maupun Mabes Polri. Pihak kepolisian Polres Lumajang menerima laporan dari sejumlah masyarakat yang dirugikan.

Korban berasal dari Lumajang. Saksi juga ada yang dari Lumajang. Sehingga penyidik berani mengangkat kasus tersebut. Lebih lanjut kasus tersebut memang sudah pernah ditangani di Polda Jatim namun dikembalikan ke Polres Lumajang untuk dilanjutkan.

“Kalau terkait dengan SP3 di Polda itu, konteks perkara itu sesuai dengan laporannya, jadi laporan terdahulu bukan berarti laporan yang sekarang, jadi kami sampaikan bahwa korban bermula dari Lumajang, kami sampaikan saksi di Lumajang ada, korbannya di rumah ada, sehingga penyidik di Lumajang berani mengangkat perkara ini, dan selanjutnya juga pernah dikeluarkan di Polda dan dikembalikan kepada Polres Lumajang untuk dilanjutkan,” jelasnya.

Sidang lanjutan akan digelar Jumat dan Senin pekan depan dengan agenda keterangan saksi. Sementara itu, pemohon melakukan revisi nilai ganti rugi yang ditujukan ke Polres Lumajang sebesar Rp 100 miliar, yang diubah menjadi Rp 10 rupiah oleh pemohon. Hal Itu dilakukan karena pemohon tak ingin dianggap meminta uang gugatan kepada Kapolres Lumajang. [nng/ted].





Apa Reaksi Anda?

Komentar