Hukum & Kriminal

Pisah Ranjang, Pria Ini Nekat Cabuli Anak Laki Dibawah Umur

Tuban (beritajatim.com) – Gara-gara sedang pisah ranjang dengan istrinya selama beberapa bulan terakhir ini, Muksin alias Yusak (40) warga  Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan akhirnya nekad menjadi seorang pedofilia dengan mencari korban anak-anak untuk di sodomi, Kamis (26/3/2020).

Tak tanggung-tanggung dalam kurun waktu sekitar dua bulan terakhir ini, Yusak yang sudah berkali-kali nikah lalu pisahan itu sudah berhasil mendapatkan enam korban anak laki-laki yang semuanya masih di bawah umur. Semua korban yang telah dicabuli pria yang sudah dua kali cerai tersebut berasal dari wilayah Kabupaten Bojonegoro dengan diiming-iming diberikan pakaian oleh pelaku.

Informasi yang dihimpun beritajatim.com, kasus pencabulan dan juga sodomi yang dilakukan oleh Muksin atau Yusak itu berhasil diungkap oleh jajaran Sat Reskrim Polres Tuban setelah ada laporan dari pihak keluarga salah satu korban. Yang mana awalnya ada salah satu teman korban yang tidak pulang ke asrama sekolah selama beberapa hari lantaran terpikat dengan rayuan pelaku itu.

“Kasus itu terungkap, setelah salah satu orang tua teman korban melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. Kasus ini merupakan kejahatan pedofilia dengan korbanya semua anak-anak dengan usia rata-rata 12 sampai 14 tahun,” ungkap AKBP Ruruh Wicaksono, Kapolres Tuban saat melakukan press release pengungkapan kasus itu.

Petugas kepolisian dari jajaran Polres Tuban yang mendapatkan laporan dari pihak keluarga salah satu teman korban itu kemudian bergerak cepat melakukan penyelidikan dengan mendatangi tempat kos pelaku yang ada di Kelurahan Kutorejo, Kota Tuban. Pelaku pedofilia itu kemudian langsung diamankan untuk dilakukan pemeriksaan.

“Dari hasil pemeriksaan itu pelaku mengaku sudah melakukan pencabulan itu terhadap enam korban anak-anak. Dari pemeriksaan juga diketahui bahwa pelaku mengakui melakukan tindakan asusila tersebut karena ingin melampiaskan nafsunya dikarenakan masalah broken home dengan istrinya,” papar Kapolres Tuban.

Adapun modusnya, pelaku yang mengaku sebagai penjual baju itu mencari mangsa anak-anak dari luar Tuban yang sedang berkunjung di Tuban dan sedang bermain di sekitar tempat ibadah. Kemudian pelaku berlaga sebagai orang yang baik dan nemberikan nomor telpon kepada korban dan meminta pada korban untuk menghubungi pelaku jika anak-anak itu sedang bermain di Tuban.

Aksi pencabulan terhadap anak-anak yang masih sesama jenis itu sudah dilakukan oleh Yusak itu sejak bulan Januari 2020 ini dengan korban yang berbeda-beda. Aksi pencabulan hingga sodomi terhadap anak-anak itu dilakukan pelaku di tempat kosnya dan juga di masjid saat korban tidak mau diajak ke tempat kosnya dan juga di mobil yang sedang parkir.

“Selain karena broken home, motif pelaku melakukan itu karena pelaku ini pernah menjadi korban waktu masih berusia 13 tahun, sehingga pelaku ingin melakukan apa yang pernah dia alami dan ingin balas dendam. Pelaku ini sudah tiga kali menikah dan belum punya anak, pernikahan pertama sah dan sudah cerai, kedua hanya nikas siri dan yang ketiga sah yang saat ini pisahan,” pungkasnya.

Sementara itu, atas perbuatannya itu, pria yang sudah dua kali masuk penjara gara-gara pencurian itu dikenakan Pasal 82 Jo Pasal 76 E UU RI No.35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun dan paling singkat 5 tahun dan denda paling banyak Rp 5.000.000.000.[mut/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar