Hukum & Kriminal

Pil Koplo di Ponorogo Dipasok dari Tulungagung dan Kediri

Ungkap kasus peredaran pil dobel L di Polsek Sambit beberapa waktu yang lalu. [Foto/Polsek Sambit]

Ponorogo (beritajatim.com) – Pengungkapan kasus peredaran ribuan pil dobel L oleh Polsek Sambit saat malam tahun baru lalu, diakui Kasat Narkoba Polres Ponorogo IPTU Eko Murbianto sebagai pengungkapan kasus terbesar yang ditangani polsek di bumi reyog.

Dari barang bukti yang berhasil disita, yakni ribuan pil koplo jenis dobel L, merupakan pengembangan kasus yang berawal dari pengedar bandar kecil. Kemudian dikembangkan terus sampai wilayah Kabupaten Tulungagung dan Kediri. “Pil dobel L itu dipasok dari dua wilayah luar Ponorogo, yakni Tulungagung dan Kediri,” kata Eko, Sabtu (4/1/2020).

Banyaknya kasus yang diungkap di wilayah hukum Polsek Sambit ini, kata Eko, merupakan daerah perlintasan di wilayah selatan. Untuk itu, pihaknya melakukan pemetaan guna mempelajari peredaran barang haram tersebut. “Kalau di wilayah barat, daerah perlintasannya berada di Madiun,” katanya.

Eko menambahkan, berdasarkan data, sebenarnya tren peredaran pil koplo menurun. Semula pada 2018, total ada 94 kasus. Kemudian pada 2019 turun menjadi 63 kasus. Penurunan itu, kata Eko, karena usahanya selama ini dalam melakukan penyuluhan terhadap masyarakat tentang bahaya obat-obat terlarang maupun miras.

Selain itu juga rutin melakukan razia ke tempat-tempat keramaian, seperti diskotik dan tempat karaoke di bumi reyog. “Alhamdulillah penyuluhan dan razia rutin yang kami lakukan dapat menekan angka kasus narkoba di Ponorogo,” pungkasnya. [end/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar