Hukum & Kriminal

Picu Kerumunan, Kades di Mojokerto dan 7 Warga Ditetapkan Tersangka

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander merilis kasus kerumunan di depan gerbang PT SAI.

Mojokerto (beritajatim.com) – Kepala Desa (Kades) Lolawang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto ditetapkan tersangka dalam kasus kerumunan di depan gerbang PT Surabaya Autocomp Indonesia (SAI) yang terjadi pada, 25 Januari 2021 lalu. Sugianto (66) ditetapkan tersangka bersama tujuh orang lainnya.

Tujuh orang lainnya ditetapkan tersangka sebelumnya yakni Saiful (47), Mistun (56), Subandi (38), Alex Andrianto (29), Budi Wiyono (51) dan Jossy Muharyono (59) warga Desa Lolawang. Sementara, tersangka ketujuh yaitu Muhammad Saiful Huda alias Londo (40), warga Desa/Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander mengatakan, dari keterangan saksi akibat aksi blokade depan pintu gerbang PT SAI menyebabkan ribuan karyawan PT SAI berkerumun karena tidak bisa masuk maupun keluar ke pabrik. “Karena pagar dirantai dan digembok,” ungkapnya, Senin (1/3/2021).

Selain menetapkan delapan orang tersangka, polisi menyita lima mobil yang digunakan memblokade pintu gerbang PT SAI sehingga memicu kerumunan ribuan buruh. Yaitu mobil Desa Lolawang nopol S 1288 NP, Karimun hijau nopol B 1883 KRK, Honda Brio oranye nopol W 234 AM, sedan BMW nopol S 755 WE serta pik up putih nopol BH 9134 GK.

“Salah satu mobil yang digunakan memblokade pintu pabrik adalah mobil Siaga Desa Lolawang. Kades juga memerintahkan tersangka Saiful datang ke PT SAI. Saat tidak ada kesepakatan, Saiful bersama warga lainnya melarang dan mengadang karyawan sif 2 masuk. Kejadian tersebut mengakibatkan kerumunan,” katanya.

Kurang lebih 2.938 karyawan PT SAI tidak bisa masuk bekerja karena pintu gerbang digembok dan diblokade. Para tersangka dijerat dengan pasal 93 UU nomor 6 tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan, pasal 14 ayat (1) UU nomor 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular serta pasal 216 KUHP tentang Melawan Petugas.

“Para tersangka diancam hukuman 1 tahun penjara. Karena ancamannya dibawah 5 tahun penjara sehingga para tersangka tidak dilakukan penahanan tapi proses hukum tetap berjalan. Kami akam berkoordinasi dengan jaksa penuntut untuk proses lebih lanjut,” jelasnya.

Kapolres menghimbau kepada masyarakat untuk membantu pemerintah dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Sebelumnya, ratusan warga Desa Lolawang berunjuk rasa di depan PT SAI pada Senin (25/1/2021) malam. Warga meminta limbah dari pabrik kabel kendaraan atau wiring harness tersebut agar dikelola BUMDes Lolawang.

Dalam aksinya, massa memblokade pintu gerbang perusahaan modal asing (PMA) tersebut. Akibatnya, ribuan buruh PT SAI yang akan masuk sif malam tidak bisa masuk ke tempat kerja mereka. Kerumunan pun tak dapat dihindari, ratusan personel Polres Mojokerto diterjunkan ke lokasi untuk membubarkan para pengunjuk rasa setelah upaya persuasif tidak digubris. [tin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar