Hukum & Kriminal

Petugas Rutan Ponorogo Gagalkan Upaya Penyelundupan Narkotika dalam Botol Sampo

Dua pengunjung SR dan DP merupakan residivis kasus obat terlarang yang sering keluar masuk Rutan Kelas IIB Ponorogo(foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Petugas rutan kelas IIB Ponorogo berhasil menggagalkan upaya penyelundupan serbuk putih yang diduga narkotika. Untuk mencoba mengelabui petugas, bubuk haram tersebut dimasukkan ke dalam botol sampo.

“Upaya penyelundupan barang diduga narkotika ini dilakukan hari ini, sekitar pukul 11.45 WIB,” kata Kakanwil Kemenkumham Jatim Krismono, dalam siaran pers yang diterima beritajatim.com, Jumat (6/11/2020) malam.

Penyelundupan itu terungkap berawal saatdua pengunjung berinisial SR (25) dan DP (19) menitipkan barang dan makanan yang akan diberikan kepada warga binaan. Petugas pintu utama (P2U) kemudian memeriksa seluruh barang dan makanan yang akan dititipkan tersebut.

“Pada saat barang dan makanan melewati penggeledahan petugas, ada benda yang tidak wajar dan pengunjung tersebut terlihat gelisah,” kata Krismono.

Krismono mengapresiasi kesigapan dan ketelitian dari jajarannya itu. Meski di akhir jam pelayanan, mereka tetap siaga dan menjalankan tugas sesuai SOP yang ada. Perlu diketahui bahwa pelayanan penitipan barang di Rutan kelas IIB Ponorogo dimulai pukul 08.00-12.00 WIB. “Ini membuktikan bahwa jajaran kami tetap memberikan pelayanan terbaik namun tetap dengan penuh kewaspadaan,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Rutan kelas IIB Ponorogo Arya Galung mengungkapkan, ada tiga orang petugas P2U yang bertugas saat itu. Yaitu Surya Hermawan Priatmaja, Khuluqi dan Safira. Saat melakukan penggeledahan, Surya curiga dengan botol sampo yang keras. “Saat petugas memegang botol sampo tersebut, tutupnya agak menyembul,” kata Arya.

Dia pun membuka tutup dan menumpahkan isi botol tersebut. Nah, kecurigaan semakin besar ketika cairan sampo yang keluar sangat sedikit. Saat petugas menusuk botolnya, keluar serbuk putih halus. Kemudian, petugas P2U tersebut membongkar botol sampo tersebut. Arya menyebut jika kedua pengunjung itu merupakan residivis yang sering keluar masuk Rutan kelas IIB Ponorogo. Baik SR maupun DP selalu terjerat kasus obat terlarang. “Menurut pengakuan SR dan DP, barang tersebut adalah jenis pil double L yang ditumbuk halus,” katanya.

Selanjutnya, pihak rutan berkoordinasi dengan Polres Ponorogo. SR dan DP beserta barang bukti diserahkan ke Satresnarkoba Polres Ponorogo untuk pengembangan lebih lanjut. “Kami serahkan sepenuhnya ke Polres Ponorogo, sebagai mitra strategis kami di bidang pemberantasan narkotika,” pungkasnya.(end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar