Hukum & Kriminal

Petugas Gabungan Robohkan Warung Sabu-sabu di Pinggir Sungai Surabaya

Polisi dan Satpol PP Kota Surabaya merobohkan warung pinggir sungai di Semampir Surabaya yang biasa digunakan untuk menikmati sabu-sabu, Minggu (14/3/2021). [Foto/Istimewa]

Surabaya (beritajatim.com) – Warung jajan sabu atau dikenal warung andok di Semampir, Surabaya, dirobohkan petugas gabungan dari Polisi, Koramil dan Satpol PP, Minggu (14/5/2021).

Menurut petugas, warung andok ini banyak digunakan oleh pemakai sabu untuk beli dan sekaligus memakainya di tempat. Pelayanan khusus ini tersembunyi dan terselubung berada di perkampungan kumuh. Warung ini berdiri tepat berada di sebelah sungai atau bibir sungai.

Sebelum dirobohkan, Polsek Asemrowo Surabaya beberapa waktu lalu sempat menangkap senjumlah pelaku dan pemakai narkoba jenis sabu-sabu (SS). Meski sudah digerebeg ternyata aktifitas mereka masih ada, sehingga petugas Polsek Semampir kembali menggrebek tempat itu.

“Awalnya kita amati ternyata masih ada kegiatan jual beli sabu. Jadi kita putuskan bukan hanya menggerebek dan mengamankan beberapa orang. Namun petugas dari Polsek Semampir, Satpol PP dan Koramil Semampir juga merobohkan gubuk yang kerap dijadikan ajang transaksi narkoba di pinggir sungai Sidorame itu,” jelas Kapolsek Semampir Kompol Ariyanto Agus, Minggu (15/3/2021).

Menurut Ariyanto, penggerebekan dilakukan setelah petugas mendapatkan informasi bahwa gubuk yang berlokasi di pinggir sungai Sidorame, masih ada aktifitas yang mencurigakan. Bahkan petugas menduga ada beberapa orang hendak andok sabu.

Selanjutnya petugas menyelidiki dan bersama petugas gabungan TNI dan Satpol PP menggrebeg dan sedikitnya 5 orang pelaku diamankan. Kelima pelaku yang diamankan yakni adalah, YM (16), MA (20) AD (20) dan DA (20), mereka warga Surabaya.

Sementara satu orang lainnya masih berstatus pelajar berinisial Z (14) juga warga Surabaya.
“Pelaku yang diamankan ini adalah pengedar dan pembeli narkoba jenis sabu- sabu,” sebut Kapolsek.

Lebih lanjut Aryanto menjelaskan, dari tangan para tersangka, mengamankan puluhan alat hisap atau bong diduga milik para pelaku. “Semua tersangka berikut barang bukti (BB) diamankan ke Mapolsek Semampir Surabaya untuk dilakukan proses hukum dan pengembangan kasus,” tutupnya.

Mereka pelakunya akan terancam Pasal 114 ayat (2) pasal 112 ayat (2) undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. [man/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar