Hukum & Kriminal

Perusak APK Caleg di Banyuwangi Terancam 2 Tahun Penjara

Banyuwangi (beritajatim.com) – Kejaksaan Negeri Banyuwangi telah menerima berkas kasus pelimpahan tahap dua dari Gakkumdu terkait dugaan perusakan alat peraga kampanye (APK) di Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung. Setelah ini, Kejaksaan bakal segera meneliti berkas acara pemeriksaan (BAP) sebelum masuk ke ranah pengadilan.

“Karena mepetnya waktu penyelesaian kasus ini, dalam satu dua hari ke depan berkas akan kita dikirim ke Pengadilan Negeri Banyuwangi. Pelaku dijerat pasal 280 UU No.07 tahun 2017 dengan ancaman hukuman 2 tahun,” kata, Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi, Bagus Nur Jakfar Adi Saputro, Senin (18/3/2019).

Bagus menyebut, berkas atas kasus ini memang telah sempurna. Akan tetapi, pihaknya tidak melakukan penahanan terhadap pelaku. “Pertimbangannya karena tersangka kooperatif selama menjalani pemeriksaan aparat,” jelasnya.

Pada kasus ini, Kejari Banyuwangi juga mengamankan sejumlah barang bukti. “Bukti yang diserahkan berupa alat peraga kampanye milik caleg PKB DPRD Banyuwangi dan caleg DPRRI dari PDIP, serta screenshot percakapan WhatApps (WA),” ujar Bagus.

Bagus menyebut berdasarkan hasil pemeriksaan, latar belakang pelaku melakukan perusakan lantaran tidak adanya ijin untuk memasang APK. “Bahkan, dia (Darmawan) warga Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung, melakukannya tanpa seizin dia, dan juga karena tidak diberi imbalan uang,” pungkasnya.

Kasus dugaan perusakan alat peraga kampanye (APK) di Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung, masuk ranah kepolisian pada Jumat (1/3/2019) lalu, ketika Ketua Bawaslu, Hamim, bersama sejumlah komisioner yang lain mendatangi Mapolres Banyuwangi. Alat peraga kampanye yang dirusak dan dilaporkan tersebut yakni milik caleg DPR RI dari PDIP, Banyu Biru Djarot dan Muhammad Kojin caleg DPRD Banyuwangi dari PKB. (rin/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar