Hukum & Kriminal

Perketat Akses Masuk, Polres Mojokerto Dirikan 5 Pos Check Point

Pos Check Point Polres Mojokerto di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Untuk memperketat akses masuk ke wilayah hukum Polres Mojokerto, sejumlah Pos Check Point didirikannya. Menyusul telah dimulainya operasi terpusat Operasi Ketupat Semeru 2020, Polres Mojokerto mendirikan lima Pos Check Point yang tersebut di wilayah hukum Polres Mojokerto.

Lima Pos Check Point yang didirikan Polres Mojokerto tersebut berada di perbatasan wilayah hukum Polres Mojokerto. Di perbatasan Mojokerto- Jombang yakni Kecamatan Trowulan, perbatasan Surabaya-Mojokerto di exit Tol Penompo, perbatasan Sidoarjo-Mojokerto di Kecamatan Pungging dan perbatasan Pasuruan- Mojokerto di Kecamatan Trawas dan Ngoro.

Pos Check Point tersebut mulai diaktifkan mulai awal ramadan dan sampai Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah. Yakni mulai, Jumat (24/4/2020) sampai Minggu, (31/5/2010) atau selama 37 hari. Ini seiring dengan telah resminya diberlakukan pelarangan mudik oleh pemerintah di tengah merebaknya virus corona (Covid-19).

Kasat Lantas Polres Mojokerto, AKP AM Ridho Ariefianto mengatakan, Pos Pam yang dulunya disiapkan untuk pelayanan dan pengamanan selama mudik Hari Raya Idul Fitri diganti menjadi Pos Check Point. “Pos Check Point dijadikan lokasi penyekatan warga yang ingin mudik,” ungkapnya, Senin (27/5/2020).

Seiring dengan kebijakan larangan mudik, sejumlah pintu masuk di beberapa wilayah termasuk Mojokerto dilakukan penjagaan secara ketat. Setiap kendaraan, baik roda dua maupun roda empat dilakukan pengecekan terutama yang berplat nomor luar Mojokerto. Selain pemeriksaan kendaraan juga dilakukan pemeriksaan identitas.

“Identitas penumpang kendaraan, khususnya yang roda empat ke atas akan kita lakukan pemeriksaan. Penyekatan ini sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang kian merebak dengan sasarannya utamanya adalah masyarakat yang nekat mudik yang dimungkinkan rawan terjadinya penyebaran,” ujarnya.

Sehingga pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap para pengendara yang masuk wilayah Mojokerto. Para pengendara dilakukan pengecekan suhu badan dan kendaraan luar Jawa Timur akan di berhentikan. Apabila ditemukan orang luar maka akan diberhentikan, bahkan lanjut Kasat, bisa saja akan diperintahkan putar balik.

“Lamanya waktu operasi tidak menutut kemungkinan akan diperpanjang jika kondisi masih belum normal.
Artinya selama pandemi virus corona belum usai kemungkinan besar akan dilanjutkan. Oleh karena itu, kami berharap kepada masyarakat Mojokerto untuk tidak mudik di tengah pandemi ini. Tetap ikuti himbauan pemerintah, lakukan protokol yang ada, jaga kesehatan dan imunitas tubuh dan tetap jauhi kerumunan,” tegasnya.[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar