Hukum & Kriminal

Perkara Pidana Tuntas, Kuasa Hukum Bos Empire Berharap Ada Perdamaian

Rahmat Santoso Kuasa hukum Gunawan Angka Widjaya

Surabaya (beritajatim.com) – Rahmat Santoso selaku Kuasa hukum Bos Empier Palace Gunawan Angka Widjaja terus berharap adanya perdamaian antara kliennya dengan isterinya Trisulowati Jusuf alias Chin Chin. Selain itu, kasus pidana yang menjerat kliennya juga sudah berakhir dengan SP3 semua. Selain itu faktor anak-anak juga menjadi dasar kuat untuk perdamaian antara Gunawan dan Chin-Chin.

“Sekarang yang dicari apa sih kita hidup di dunia ini, toh semua juga bakal kita tinggalkan. Lebih baik kan apabila kita hidup damai bersama dengan anak dan isteri, itulah yang selama ini diharapkan pak Gunawan ke bu Chin-chin dan anak-anaknya. Bisa berkumpul bersama seperti dulu,” ujar Rahmat.

Sementara untuk kasus yang sempat membuat Gunawan, Linda (ibu Gunawan) maupun Teguh Suharto Utomo (kuasa hukum Gunawan) berstatus DPO, Rahmat memastikan bahwa kasusnya sudah selesai semua dengan penerbitan SP3.

“Kasus yang ditangani Kriminal Khusus kasusnya sudah di SP3 (dihentikan) sejak awal Direskrimsus Polda Jatim dipegang Yusef Gunawan,” ujar Rahmat Santoso di kantornya, Jumat (30/8/2019).

Penghentian penyidikan oleh pihak Polda Jatim ini, lanjut Rahmat, berdasarkan gelar perkara yang dilakukan oleh Mabes Polri. Dan dari hasil gelar itulah diambil kesimpulan bahwa kasus ini tidak layak dilanjutkan.

“Waktu gelar perkara, kita sempat mengikutinya,” ujar Rahmat menegaskan.

Rahmat menjelaskan, dari hasil gelar perkara yang dilakukan di Karo Wasidik tersebut disimpulkan bahwa perkara yang dipersoalkan Chin Chin atas dasar tulisan wartawan adalah murni produk jurnalistik. Dan apa yang disampaikan terlapor dalam hal ini Linda adalah tidak ada yang salah dan tidak menyakitkan.

Rahmat mencontohkan, untuk kata-kata yang dipersoalkan Chin-Chin adalah kata mandul dan kata tersebut tidak ada bahasa halusnya karena itu adalah semacam penyakit. “Jadi kalau hari ini dibilang mandul, besok bisa punya anak, ya otomatis penyakitnya hilang,” ujarnya.

Jadi kesimpulannya, perbuatan pencemaran nama baik yang dilaporkan Chin Chin terhadap Gunawan adalah tidak terbukti karena semua perkataan Linda berdasarkan fakta hukum.

Tidak hanya berkas Linda yang dihentikan proses penyidikannya, kasus yang menjerat kuasa hukumnya yakni Teguh Suharto Utomo juga dihentikan.

“Iya untuk berkas kasus Teguh juga di-SP3,” ujar Rahmat.

Sementara untuk perkara yang ditangani unit Kriminal Umum Polda Jatim menjerat Gunawan Angka Wijaya sebagai tersangka dengan dengan Pasal 263 KUHP dan atau Pasal 266 KUHP juga sudah dihentikan penyidikannya sebagaimana putusan praperadilan yang dijatuhkan PN Surabaya beberapa waktu lalu.

“Kalau yang praperadilan pengacaranya bukan saya tapi pak Petrus Bala Pattyona,” ujarnya.

Tapi Rahmat sangat mendukung apa yang menjadi putusan hakim dalam praperadilan tersebut yang mana disebutkan bahwa penetapan tersangka terhadap Gunawan dan ibunya tidak sah dengan segala akibat hukumnya.

“Kalau menurut saya dengan segala akibat hukumnya, maka apabila akan laporan baru maka dengan bukti yang baru juga dan tidak boleh menggunakan bukti yang lama,” ujar Rahmat.

Perlu diketahui, selain Gunawan, dalam kasus ini Polda Jatim juga menetapkan ibunya Gunawan, yakni Linda Anggraini alias Ong Pie Hwa juga sebagai tersangka. Linda dianggap turut berperan dalam pemalsuan surat.

Kasus ini dilaporkan Chinchin ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim Nomor : LP.B/1198/IX/2017/UM/JATIM tanggal 28 September 2017. Laporan ini berawal dari adanya tindakan para terlapor yang diduga menciptakan kondisi seolah-olah Gunawan sebagai anak, telah berutang sebesar Rp665 miliar kepada Linda, ibunya sendiri. [uci/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar