Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Perjuangkan Hak, Janda Cantik Ini Blokir Aset yang Masuk Gono Gini   

Surabaya (beritajatim.com) – Roestiawati Wiryo Pranoto wanita cantik kelahiran 46 tahun silam ini terus berjuang, hak-haknya selama 16 tahun menjalani perkawinan bersama sang mantan suami Wahyu Djajadi Kuari terus dia perjuangkan.

Disela-sela sidang yang mengagendakan jawaban dari tergugat untuk perkara 650 PDT G/2021 PN Sby kuasa hukumnya Dr. B. Hartono, SH., SE., SE.Ak., MH., CA menyatakan pihaknya tetap akan berjuang demi apapun, apabila dikatakan adanya kesepakatan bersama itu jika ada satu hal yang tidak sama yang tidak sesuai artinya batal demi hukum.

“Yang kedua kalau subjeknya ada unsur pemaksaan, yang mana kesepakatan itu dibuat jam 1 pagi itu dilakukan yang tak wajar karena tidak jam kerja. Kedua Ibu Rose tidak didampingi siapapun dia sendiri ya seolah-olah harus terjadi kesepakatan bersama pada waktu itu di tengah malam,” ujarnya, Rabu (8/9/2021).

Lebih lanjut Hartono menyatakan, semua mengetahui bahwa jam kerja adalah jam 7 sampai jam 5, kalau ini dilakukan pas jam 1 pagi ada pertanyaannya kenapa? Mengapa bisa seperti itu dan kenapa harus dipaksakan. Apabila tidak ada kesepakatan maka berdasarkan pasal 1320 maka perjanjian itu dapat dibatalkan.

Hal yang kedua, objek yang diberikan hanya Rp 3 miliar sementara hartanya jauh lebih dari itu yang mana tidak pernah menyinggung adanya rumah yang dijadikan usaha di Ngagel Barat dan Ngagel Selatan bahkan rumah di Sidoarjo yang luasnya 1024 yang terdiri dari 2 sertifikat.

“Perlu diketahui, bahwa pada tanggal 1 September 2021 tanah di Jl KH Mukmin no 96 Sidoarjo dan 2 September 2021 di Jl Ngagel Barat u toko Lucky dan di Ngagel Selatan di BPN 2 telah saya lakukan pemblokiran. Apabila nanti suatu saat kedapatan Wahyu ini jadikan jaminan bank yang ditandatangani istri barunya atau ditandatangani dia sendiri, maka akan saya proses hukum. Kenapa? karena ini merupakan perbuatan melawan hukum sebab harta itu merupakan harta gono gini yang diperoleh selama masa perkawinan, yaitu dalam tenggang waktu 2000 sd 2016. sebab kedua rumah di Ngagel diperoleh pada tahun 2011. dan tanah bangunan di KH Mukmin no 96, Sidoarjo diperoleh tahun 2014,” ujarnya.

“ Maka dari itu saya akan berjuang sampai kapanpun, supaya hal ini merupakan preseden yang positip bagi semua orang untuk memperoleh keadilan,” lanjutnya.

Hartono menambahkan, apa yang menimpa kliennya ini tak beda jauh dengan apa yang dialami Chin-Chin dan Gunawan yang pernah terjadi sebelumnya di kota Surabaya di meja hijau yang berkaitan dengan harta gono gini juga, yang akhirnya pihak laki-laki menyadari bahwa harta gono gini yang merupakan harta bersama itu harus dibagi rata atau dua.

Hal itu juga dibenarkan oleh kuasa hukum Trisulowati alias Chin-Chin yakni Ronald Talaway. Menurut dia, dalam perkara gono gini antara kliennya dan Gunawan terjadi kesepakatan perdamaian setelah selama kurang lebih kliennya berjuang selama satu tahun dalam memperjuangkan hak-haknya.

“ Akhirnya terjadi perdamaian, pada prinsipnya dibagi dua harta gono gini antara kedua belah pihak,” ujar Ronald. [uci/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar