Hukum & Kriminal

Perjuangkan Akta Kelahiran Anak, Komnas PA Tempuh Upaya Kekeluargaan

Surabaya (beritajatim.com) – Arist Merdeka Sirait, selaku Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) terus berupaya memperjuangkan akta kelahiran dua orang anak di Surabaya yang tak juga dikabulkan lantaran adanya perselisihan kedua orangtuanya.

Arist bercerita, kedua orangtua anak ini awalnya melalukan pernikahan di sebuah Vihara, namun sayangnya pernikahan tersebut tak disahkan secara negara atau ke Catatan Sipil. “Jadi ketika orangtua si anak ini memutuskan untuk berpisah, maka kedua anaknya ini sulit untuk mendapat akta kelahiran,” ujar Arist, Rabu (13/1/2021).

Dijelaskan Arist, sang anak sejauh ini memang sudah memiliki akta kelahiran yang didaftarkan di Catatan Sipil di Bandung. Namun dalam akta tersebut orangtua hanya atas nama ibunya. “Sementara sang bapak ini mau meminta hak yang sama, karena dia adalah bapak biologisnya. Jadi beliau ini ingin namanya juga dicatatkan dalam akta anak-anaknya,” ujar Arist.

Arist pun menyebut bahwa berbagai upaya sudah dilakukan oleh ayah dari anak tersebut, termasuk mendapatkan penetapan dari Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. “Penetapan dari pengadilan sudah ada, dan disertai dengan bukti lainnya. Besok baru saya akan ke Catatan Sipil Surabaya untuk memberikan persyaratan agar akta kelahiran anak ini bisa segera dikeluarkan,” kata pria asal Sumatera Utara ini.

Selain itu Arist juga mendatangi Polres Gresik, untuk meluruskan terkait adanya oknum yang mengaku dari Komnas PA untuk mengurus hak asuh anak.

“Tadi saya sudah bertemu dengan Kapolres Gresik, untuk meluruskan bahwa Komnas Perlindungan Anak hanya mengurus terkait hak anak untuk mendapatkam akte kelahiran, bukan soal hak asuh. Jadi jika ada yang datang dengan membawa-bawa Komnas Perlindungan Anak, itu bukan Komnas Perlindungan anak,” tegas Arist yang juga didampingi oleh Sekjen dan Komisioner Komnas Perlindungan Anak.

Untuk rencana kedepan, Arist menyatakan akan mempertmukan kedua belah pihak agar menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan. Dan Arist berharap agar kedua belah pihak, baik ayah maupun ibu si anak-anak ini menanggalkan ego masing-masing. Semua harus melihat kepentingan anak.

Sementara itu, tim kuasa hukum ayah dari anak-anak ini yakni Hendri Kurniansyah, Antonius Youngky Adrianto, Iman Saroha Lumbantorun, mengherankan adanya pelaporan di Polres Gresik, terkait penculikan terhadap anak.

“Setelah kami mendapatkan penetapan sebagai bapak dari kedua anak itu, muncul masalah baru, yakni Klien kami dilaporkan penculikan anak. Mana ada ayah yang menculik anaknya sendiri,” Kata Hendri.

“Jika ibunya tidak mengakui klien kami sebagai ayah anaknya, mengapa anak-anak itu didaftarkan dengan nama belakang dari klien kami? Dan yang bersangkutan (J) pernah mengirim somasi yang isinya mengakui W sebagai bapak anak-anaknya,” tutup Youngki. [uci/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar