Hukum & Kriminal

Peringati Hari Korupsi, Pegawai Kejari Gresik Turba ke Jalan 

Gresik (beritajatim.com)- Memperingati Hari Korupsi, pegawai Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik, turun ke jalan atau turba sambil membagikan stiker, dan gantungan kunci berbentuk tikus kepada pengendara di jalan raya.

Stiker bertuliskan ajakan ‘Bersama melawan korupsi mewujudkan Indonesia Maju’ itu juga diberikan kepada kendaraan milik pemerintah yang melintas di jalan. Aksi turun jalan ini juga diikuti sejumlah jaksa yang juga memberikan pengarahan kepada masyarakat agar tidak melakukan korupsi.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Heru Winoto mengatakan, kegiatan ini sesuai dengan program pemerintah Presiden Joko Widodo untuk memprioritaskan penindakan korupsi dan menakankan pencegahan serta pengembalian kerugian negara maupun pemerintah daerah.

“Sebagai garda terdepan dalam penegakan hukum terutama perkara korupsi akan mendukung sepenuhnya program pemerintah 5 tahun kedepan,” katanya, Senin (8/12/2019).

Selama tahun 2019, Kejari Gresik sudah menangani sejumlah perkara korupsi. Diantaranya, dua perkara yang masih penyelidikan di Desa Doro, Kecamatan Cerme serfa Desa Jatirembe, Kecamatan Benjeng, Gresik.

Sementara perkara yang proses penyidikan sudah dilimpahkan. Diantaranya, kasus pemotongan jasa insentif di BPPKAD dengan terdakwa M Muhtar dan penyidikan tersangka atas nama Sekda Pemkab Gresik, Andhy Hendro Wijaya.

“Terkait kasus korupsi kami Kejari Gresik telah mengembalikan uang pengganti ke kas negara dari dua perkara. Masing-masing di Dispora Gresik sebesar Rp 103 juta dan kasus korupsi yang melibatkan mantan Kades Segoro Madu yang mencapai Rp 244 juta,” ungkap Heru Winoto.

Dalam kegiatan tebar stiker dan gantungan kunci bentuk tikus tersebut mendapat respon dari masyarakat. Mereka berharap tidak ada korupsi lagi di Kabupaten Gresik.

“Kami berharap Kejari Gresik tidak tebang pilih memberantas korupsi,” tandas Dwi Anggoro warga asal Kebomas, Gresik. (dny/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar