Hukum & Kriminal

Peredaran Narkoba di Kediri Masih Tinggi, Puluhan Pelaku Ditangkap Polisi

Kediri (beritajatim.com) – Satresnarkoba Polres Kediri berhasil meringkus 21 pelaku narkoba dalam waktu satu bulan. Ini membuktikan peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang di Kediri cukup tinggi.

Kasat Resnarkoba Polres Kediri, AKP Ridwan Sahara menjelaskan, dari 21 pelaku terdiri dari 10 pelaku narkotika jenis sabu, 10 pelaku terkait pil jenis dobel L, dan 1 pelaku terkait psikotropika.

“Ada empat jenis barang bukti yang kami sita dari 21 pelaku tersebut,” jelas AKP Ridwan, Selasa (4/8/2020). Terdiri dari, 37,31 gram sabu, 12.310 butir pil dobel L, 311 butir jenis Y, dan 20 butir pil jenis aprazolam. Selain itu, personel juga menyita 16 unit HP, 3 alat isap (bong), 2 pipet kaca, 11 korek api, 1 gunting, serta 1 unit sepeda motor.

Salah satu pelaku berinisial PR alias Botak (36) asal Desa Siman Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri mengaku memperoleh barang haram tersebut dari luar daerah.

Pelaku menyasar Kecamatan Pare dan sekitarnya. Selain di daerah itu, pelaku juga mengedarkan ke wilayah Kota Kediri, Jombang, dan Mojokerto. Dia memperoleh upah setelah barang terjual.

Dari puluhan pelaku, beberapa diantaranya residivis. Selain itu tiga lainnya merupakan narapidana asimilasi akibat pandemik Covid-19.

Kini pelaku dijebloskan ke sel tahanan. Mereka dijerat pasal 114 ayat 2 atau pasal 112 ayat 2 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Selain itu, pelaku diduga melanggar Pasal 196 UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. [nm/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar