Hukum & Kriminal

Perangkat Desa 5 Kali Tiduri Janda, Disanksi Adat, Denda 400 Sak Semen

Janda M selingkuhan perangkat desa T tertunduk lesu saat menjalani sidang adat. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Hasil sidang adat yang dilakukan oleh kepala Desa Janti, Muspika Kecamatan Slahung dan masyarakat memutuskan memberikan sanksi kepada perangkat desa berinisial T dan janda berinisial M. Sebab mereka mengakui telah melakukan tindakan perselingkuhan tersebut. Masyarakat menuntut untuk membayar sanksi adat, yakni semen 400 sak.

“Sanksi adat yang diberikan, para pelaku membayar dengan semen sebanyak 400 sak,” kata Kepala Desa Janti Edi Prayitno, usai sidang adat di balai desa, Senin (5/10/2020).

Dari pengakuan keduanya, mereka sudah melakukan hubungan layaknya suami istri sebanyak lima kali. Dilakukan di beberapa tempat, yakni di rumah janda M dan yang paling jauh di sekitar objek wisata telaga Sarangan Kabupaten Magetan. Puncaknya pada Rabu (30/9) malam sekitar pukul 22.30 WIB, perangkat desa T dan janda M saat memadu kasih di kamar dan saat itu dipergoki oleh suami siri M, berinisial R.

“Jadi suami sirinya yang berinisial R itu melaporkan kejadiam tersebut kepada para pemuda dan ketua RT setempat. Nah, pada hari ini baru dilakukan sidang tentang kebenarannya itu,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, salah satu oknum perangkat di Desa Janti Kecamatan Slahung Ponorogo disidang oleh kepala desa, Muspika Kecamatan Slahung dan masyarakat. Pasalnya, perangkat desa yang berinisial T itu, diduga telah berselingkuh dengan janda yang berinisial M. Perselingkuhan itu terkuak saat suami siri M, yang berinisial R memergoki mereka berduaan di dalam kamar rumah M.

“Jadi kami para pemuda dilapori oleh suami siri M, bahwa istrinya berselingkuh dengan salah satu perangkat desa Janti,” kata Prasetyo, salah satu warga Desa Janti, Senin (5/10/2020).

Digiringnya para pihak, mulai dari perangkat desa T, janda M dan R ke balai desa, kata Pras panggilan akrab Prasetyo, masyarakat ingin mengetahui secara pasti kejadiannya seperti apa. Masyarakat meminta para pelaku yang diduga melakukan perzinahan diberi sanksi.

“Masyarakat menginginkan pelaku perselingkuhan itu diberikan sanksi dan menuntut perangkat desa T untuk mengundurkan diri dari jabatannya,” katanya. [end/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar