Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Penyintas Kekerasan Seksual Cari Keadilan, Rela dari Jakarta ke Surabaya demi Bertemu Hotman Paris

LA saat bertemu Hotman Paris.

Surabaya (beritajatim.com) – Matanya sayu, beberapa kali suaranya bergetar akibat menahan tangis dan trauma dari kejadian pemerkosaan yang menimpanya.

Ia adalah LA (31) warga Jakarta Utara yang rela menempuh perjalanan panjang ke Surabaya untuk menemui Hotman Paris di acara Hotman 911, Sabtu (26/09/2022) kemarin.

Ia menempuh ratusan kilometer perjalanan dengan kereta api usai polisi menerbitkan surat pemberitahuan penghentian penyelidikan (SP3) atas kasus pemerkosaan yang ia alami pada Juli 2020 lalu.

Diwawancara beritajatim, LA menceritakan awal mula ia bertemu dengan pelaku yang memerkosanya. LA mengatakan jika ia dan pelaku bertemu via media sosial. Saat itu, LA tertarik lantaran KN adalah warga negara asing (WNA) yang bekerja di Indonesia.

“Saya punya bisnis telekomunikasi kecil-kecilan, lalu bertemu dia (KN) yang juga kerja di perusahaan telekomunikasi ya saya tidak ada pikiran aneh-aneh,” ujarnya, Senin (26/09/2022).

Mereka berdua lantas sepakat untuk bertemu di apartemen KN di Jakarta Barat. Saat bertemu tersebut, LA dirudapaksa yang mengakibatkan kemaluan LA sobek hingga 2 centimeter. Pasca kejadian, LA mengalami trauma selama 8 bulan.

“Saya trauma berat. Disamping harus menyembuhkan luka saya, saya menanggung beban malu dan tidak berani lapor,” imbuhnya.

Selang 8 bulan, ia mulai memberanikan diri untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polres Jakarta Barat. Ia melaporkan kejadian tersebut sendirian tanpa didampingi siapapun lantaran malu.

“Gaada pake pengacara aku bener-bener sendiri karena masih malu. Tapi saat lapor aku cuman disuruh tulis tangan tidak dibuatkan LP,” imbuhnya sesenggukan.

Ia yang tidak paham hukum lantas menunggu perkara tersebut. Karena tak kunjung mendapatkan jawaban, ia berkonsultasi dengan pengacara untuk menanyakan proses hukum kasusnya. Namun, saat melibatkan pengacara, kasusnya malah berhenti dan dinyatakan SP3 oleh penyidik.

“Ternyata saya dibohongi lawyer hingga 2 kali. Saya tidak tahu lagi harus mendapatkan keadilan dimana,” katanya.

Selain dibohongi lawyer, dirinya juga mengaku pernah dimintai uang operasional oleh anggota kepolisian untuk menangkap KN. Namun, polisi tidak jadi menangkap KN lantaran tidak mengerti pasal yang akan di sangkakan kepada terduga pelaku.

Ia lantas melaporkan kasusnya ke Polda Metro Jaya. Namun, pil pahit harus diterima oleh LA lantaran Polda Metro Jaya mengeluarkan surat SP3 pada kasusnya dengan alasan tidak ditemukan tindak pidana dalam kasus tersebut.

Dengan ketidakpuasan terhadap kinerja kepolisian, Ia akhirnya nekat ke Surabaya untuk bertemu dengan Hotman Paris untuk menanyakan kasusnya. Hasilnya, Hotman berjanji akan membantu LA.

Sementara itu, Beritajatim lantas menghubungi kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan. Namun hingga berita ini ditulis belum ada jawaban dari Kabid Humas. (ang/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar