Hukum & Kriminal

Soal Perusakan Kebun Jeruk

Penyewa Akui Sudah Bayar, DPRD Minta Semua Pihak Terbuka

Malang (beritajatim.com) – Ketua DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto menyebutkan, konflik sewa-menyewa tanah kas desa atau tanah bengkok di Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, dikarenakan adanya miskomunikasi saja. Lahan tersebut disewa petani untuk ditanami buah jeruk sebelum dilaporkan kasus pengrusakan di Polres Malang.

“Ini kan hanya miskomunikasi antara warga masyarakat dengan pemerintah desa (Pemdes), yang secara keseluruhan saya berkeyakinan ini bisa diselesaikan, sebenarnya ada perbedaan fiksi saja di dalam proses penggarapan tanah jas desa antara masyarakat dengan desa,” ungkap Didik, usai memimpin pertemuan dengan para penyewa tanah kas desa, di Balai Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Minggu (3/5/2020).

Menurut Didik, dengan ada miskomunikasi, atau perbedaan beberapa fiksi tersebut, membuat perbedaan antara masyarakat dengan Pemdes yang akhirnya berujung pengerusakan.

“Pemdes dalam hal ini Badan Permusyawaratan Desa (PBD) harus melakukan pemetaan terhadap para penyewa atau klaster-klaster, disitulah baru bisa diselesaikan,” tegasnya.

Dengan begitu, lanjut Didik, dirinya berharap dalam pemetaan tanah kas desa yang disewa oleh masyarakat, dapat berjalan lancar dan saling terbuka.

“Secara keseluruhan saya berkeyakinan setiap masalah itu pasti ada penyelesaiannya dengan catatan sama sama terbuka. Pemdes terbuka, warga masyarakat juga terbuka, maka bisa dipenuhin secara bersama sama. Tapi, saat ini saya belum berani menjawab karena saya belum punya data setelah nanti dilakukan pendataan baru bisa dijelaskan,” papar Didik.

Sementara itu, Kepala Desa Selorejo, Dau, Bambang Soponyono, ketika dikonfirmasi awak media tidak bisa berkomentar banyak.

“Kita ngikut saja, nanti kita jawab dengan data, kita gak mau gontok-gontokan atau adu argumen,” tegasnya.

Sebagai informasi, dalam pemberitaan sebelumnya, Kades Selorejo, Bambang Soponyono mengaku jika dirinya memiliki semua bukti tentang sewa-menyewa TKD tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan didalam pertemuan yang digelar di Balai Desa Selorejo, Dau, dan dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto, Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Malang, Budi Kriswiyanto, serta Muspika Dau.

Akan tetapi, pernyataan Kades Selorejo tersebut dibantah oleh Perwakilan Kelompok Tani Sumber Rejeki Selokerto, Purwati. Purwati selaku penyewa tanah bahkan memiliki bukti sejumlah kwitansi pembayaran tanah sewa yang ditanami jeruk. [yog/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar