Hukum & Kriminal

Penyekatan Larangan Mudik, 911 Kendaraan Diminta Putar Balik di Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Sejak diberlakukan penyekatan larangan mudik pada tanggal 6 Mei 2021 lalu, Polres Mojokerto melakukan tindakan tegas dengan meminta pemudik putar balik. Setidaknya ada 911 kendaraan baik roda dua maupun roda empat diminta putar balik di empat titik penyekatan.

Ini lantaran, pengendara tidak mengantongi surat tugas maupun surat keterangan bebas Covid-19. Sebanyak 911 kendaraan tersebut terjaring penyekatan di empat titik Pospam Check Point Penyekatan yakni di Trowulan perbatasan Jombang, Trawas perbatasan Sidoarjo, Pacet perbatasan Batu dan Ngoro perbatasan Pasuruan.

Kanit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan dan Patroli (Turjawali) Satlantas Polres Mojokerto, Iptu Edy Widoyono mengatakan, di wilayah hukum Polres Mojokerto dalam situasi kondusif. “Kendaraan baik roda dua dan empat, dari Jombang ke Mojokerto banyak yang diminta putar balik,” ungkapnya, Rabu (12/5/2021).

Masih kata Kanit, pasalnya mereka tidak bisa menunjukkan surat tugas maupun surat keterangan bebas Covid-19. Sejak diberlakukan penyekatan larangan mudik, kendaraan roda dua ada sebanyak 6.366 unit dan roda empat 3.381 unit diperiksa petugas di empat titik penyekatan yang didirikan Polres Mojokerto.

“Sementara, ada 492 kendaran roda dua dan 364 kendaraan roda empat, lima bus dan 50 mobil barang diminta putar balik di empat titik penyekatan. Tak hanya mengantisipasi pemudik, petugas yang disiagakan di sejumlah titik penyekatan juga mengantisipasi takbir keliling,” katanya.

Pihaknya mengimbau agar warga tidak menggelar takbir keliling, namun takbir cukup dilakukan di masjid dan mushola desa setempat. Pihaknya tidak melakukan tindakan tegas namun sebagai menghimbau dengan tujuan agar bisa menekan angka penyebaran Covid-19 di wilayah hukum Polres Mojokerto. [tin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar