Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Penuhi Kebutuhan Hidup, Pemuda Kupang Panjaan Nekat Edarkan Narkoba

Tersangka RK (20) saat diamankan di Polrestabes Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – RK (20) harus menghabiskan masa mudanya di penjara usai tertangkap oleh Sat Res Narkoba Polrestabes Surabaya karena menjadi pengedar ratusan gram sabu. Ia diamankan di rumahnya yang berada di Jalan Kupang Panjaan, Kecamatan Tegalsari. Pada Rabu,(20/10/2021).

Kasat Res Narkoba Polrestabes Surabaya, Kompol Daniel Marunduri menjelaskan bahwa penangkapan tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat. Dari informasi tersebut, polisi langsung menangkap RK. “Kami mendapatkan informasi dari masyarakat sehingga bisa menangkap RK yang menjadi pelaku penyebaran narkoba jenis sabu,” ujarnya saat dikonfirmasi beritajatim, Selasa, (26/10/2021).

Daniel menambahkan, usai menangkap pelaku anggota kepolisian langsung melakukan penggeledahan. Di sana, ditemukan sejumlah barang bukti yang menguatkan jika RK bekerja sebagai kurir.

Beberapa barang bukti yang ditemukan di rumah RK, yakni dua poket sabu-sabu dengan berat 10,84 dan 10,32 gram beserta plastiknya, satu buah plastik klip ukuran sedang, satu buah plastik warna hitam, empat pak plastik klip, satu buah skrop sedotan plastik, dua buah timbangan elektrik, satu buah ATM Xpresi BCA, dan dua buah ponsel. “Setelah mengamankan tersangka, kemudian dilakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti tersebut,” jelasnya.

Kepada polisi, tersangka mengaku barang bukti tersebut hanya sisa narkoba yang belum dikirimnya. Sebenarnya, ia mendapatkan sabu-sabu seberat 170 gram dari bosnya, namun sudah diantar kepada pembeli.

Selain itu, tersangka juga mengaku mendapatkan sabu-sabu dari BB, yang saat ini menjadi DPO. Ia mengambil barang haram tersebut di Jalan Sidosermo, Wonocolo, dengan cara ranjau. “Tersangka memberikan keterangan bahwa mendapatkan barang bukti yang tersisa berupa narkotika jenis sabu dari BB, (ranjau) di bawah tiang telpon umum,” ucapnya.

Dari bosnya, tersangka mendapatkan upah berupa uang dengan nominal Rp 200.000, untuk sekali ambil. Tak hanya itu, RK bakal dikasih uang lagi sebesar Rp 10.000 untuk setiap gramnya, apabila sabu itu sampai ke tangan pembeli.

“Tersangka menjadi perantara dalam hal jual beli dan mendapatkan upah berupa uang sebesar Rp. 200.000, untuk mengambil sabu. Serta mendapatkan upah dalam hal mengantar ke pembeli, Rp 10.000 untuk setiap gramnya,” kata dia.

Atas tindakanya itu, tersangka dipersangkakan dengan Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman paling berat 9 tahun penjara.(ang/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar