Hukum & Kriminal

Pentolan Bonek dan Deltamania Sepakat Damai, Kasus Diserahkan Aparat

Sidoarjo (beritajatim.com) – Ramai-ramai soal penganiayaan terhadap dua orang berkaos klub sepak bola Surabaya oleh puluhan orang yang juga memakai kaos pendukung sebuah klub sepak bola di Tanggulangin disikapi tegas oleh Polsek Tanggulangin, Sidoarjo.

Kapolsek Tanggulangin Kompol Hardiyantoro memediasi atau mempertemukan kedua perwakilan suporter untuk duduk bareng menjernihkan persoalan. “Kedua pentolan atau senior masing-masing suporter baik dari Surabaya maupun Sidoarjo, sudah ketemu duduk bareng menyikapi soal adanya ribut-ribut itu,” katanya Selasa (19/2/2019).

Hardiyantoro menjelaskan, antara kedua perwakilan juga sudah menemui kata sepakat. Mereka bersedia meredam situasi agar tidak terjadi hal yang sama atau berkelanjutan. “Sepakat kalau itu adalah tindakan oknum,” papar dia.

Kapolsek Tanggulangin Kompol Hardiyantoro dan perwakilan kedua suporter sepakat damai

Kedua pentolan baik perwakilan dari Bonek maupun Deltamania, sepakat akan saling menjaga situasi yang kondusif. Khususnya wilayah Tanggulangin dan umumnya Sidoarjo.

“Semoga kesepakatan ini juga didengarkan dan dipatuhi oleh semua suporter dari kedua belah pihak. Untuk masalah kasusnya, keduanya menyerahkan ke aparat hukum,” terang mantan Kapolsek Sedati tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua warga Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin menjadi korban pengeroyokan puluhan oknum suporter bola, Sabtu (16/2/2019) dinihari.

Kedua korban itu RH (19), warga RT 04 RW 05 dan AG (36) warga RT 05 RW 03, Desa Kalitengah, Tanggulangin. Keduanya dikeroyok saat nongkrong di Jalan Raya Desa Kludan, Tanggulangin. Selain dipukuli, kaos yang dikenakan keduanya juga dirampas oleh oknum suporter bola tersebut. [isa/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar