Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Anak 12 Tahun Diperkosa Ayah dan 4 Tetangga

Penjelasan Psikolog Tentang Kondisi Korban Kekerasan Seksual Asal Kediri

Kediri (beritajatim.com) – Kekerasan seksual yang dialami NE membuat anak 12 tahun asal lereng Gunung Kelud Kabupaten Kediri itu mengalami trauma berat. Betapa tidak, korban telah diperkosa oleh ayah kandungnya sendiri serta sejumlah orang tetangga.

Terkait kondisi psikis korban, Kristika Sedtya, selaku Psikolog Pendamping menjelaskan bahwa korban mengalami trauma berat hingga ketakutan bertemu dengan siapapun. Hal itulah yang mendasari pendamping memberikan surat rekomendasi penundaan sementara pemeriksaan korban kepada Polres Kediri.

“Korban mengalami trauma yang sangat berat. Ibu-ibu yang hadir disini, bisa membayangkan bagaimana terguncangnya kondisi psikologis anak ini, berat sekali. Jangankan untuk ditanya, untuk ketemu orang saja ketakutan. Itu nyata sekali, dari tremornya, bentuk ketakutannya sangat jelas. Kadang memegang sesuatu sampai jatuh, ” jelas Kristika saat audiensi di Ruang Komisi I DPRD Kabupaten Kediri, pada Selasa (15/3/2022).

Psikolog Krinis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gambiran Kota Kediri ini memang ditunjuk sebagai pendamping korban. Dia bersama tim psikolog berusaha untuk memulihkan kondisi psikologis dan membangun kembali trush bungsu dari dua bersaudara itu.

“Apa yang sudah kita lakukan selama ini, kami psikolog adalah tim. Kami mendampingi secara intensif. Ada jurnal harian dan setiap hari kami melakukan pendampingan dan tidak terbatas hari libur, bahkan kami melakukan pendampingan sampai malam. Kami selalu koordinasi dengan kepolisian. Kita sampaikan progres perkembangannya,” beber Kristika.

Baca Juga:

    Dalam kurun waktu 41 hari pendampingan, imbuh Kristika, kini telah tercapai kondisi psikologis yang bagus. Dari kondisi korban yang mengalami trauma berat, sampai akhirnya korban berangsur stabil serta bisa memberikan keterangan yang bisa dipertanggung jawabkan.

    “Namun terkait kode etik profesi kami, kita tidak bisa menjelaskan secara detil tentang kondisi psikologis korban ini. Semua yang memiliki hati, dan kepedulian terhadap anak, kami berterma kasih sekali dan kami memberi apresiasi yang luar biasa,” ungkapnya.

    Dari keterangan korban yang disampaikan, pada 4 Maret 2022 kemarin, akhirnya Polres Kediri bergerak cepat. Polisi menangkap lima orang pelaku pemerkosaan terhadap NE. Mereka adalah ayah kandung korban dan empat orang tetangganya. Ironisnya, salah satu pelaku baru berumur 14 tahun.

    Sementara itu, LSM Perlindungan Perempuan dan Anak tetap mendesak Polres Kediri untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Tidak hanya lima orang pelaku, polisi diminta untuk menangkap empat pelaku lainnya. Sebab, menurut para aktivis jumlah total pelaku 9 orang. [nm/ted]


    Apa Reaksi Anda?

    Komentar