Hukum & Kriminal

Penjagaan Titik Penyekatan di Perbatasan Bojonegoro 24 Jam

Bojonegoro (beritajatim.com) – Jajaran Polres Bojonegoro telah mendirikan pos penyekatan untuk mendukung kebijakan pemerintah terkait dengan larangan mudik lebaran Idul Fitri 1442 Hujriah atau 2021 Masehi.

Pos penyekatan dibangun ditiga titik yaitu di Kecamatan Margomulyo perbatasan dengan Kabupaten Ngawi, Kecamatan Padangan perbatasan Jawa Timur dengan Kabupaten Blora Jawa Tengah dan pos penyekatan di Kecamatan Gondang perbatasan dengan Kabupaten Nganjuk.

Kapolres Bojonegoro AKBP EG Pandia melakukan pengecekan terhadap kesiapan personil di Pos Penyekatan Kecamatan Padangan. Pos penyekatan Padangan di isi personel gabungan dari Polres Bojonegoro, Kodim 0813/Bojonegoro, Dishub, Dinkes dan BPBD Bojonegoro.

“Kami terus melakukan kegiatan penyekatan dan pemeriksaan untuk menghindari warga yang masih ingin mudik Lebaran, ujar AKBP EG Pandia saat melakukan pengecekan di Pos Penyekatan Padangan yang menjadi akses utama perbatasan Jawa Timur – Jawa Tengah, Kamis (29/4/2021).

AKBP EG Pandia juga mengatakan, personel gabungan TNI-Polri dan instansi terkait disiagakan 1×24 jam dengan memberlakukan tiga shif, sehingga lebih optimal dalam kegiatan penyekatan. Sehingga diharapkan bisa meminimalisir masuknya pemudik dari arah barat atau Jawa Tengah.

“Hingga saat ini memang sudah kita terapkan untuk melakukan pengawasan dan penyekatan terhadap para pemudik dari luar wilayah yang hendak masuk ke wilayah Bojonegoro. Petugas pos penyekatan juga memberikan himbuan protokol kesehatan kepada pengendara,” tegas Kapolres Bojonegoro.

Sekadar diketahui, peninajauan pos penyekatan di Padangan juga dihadiri Wakapolres Bojonegoro dan para pejabat utama. Usai melakukan pengecekan kapolres kemudian menyerahkan bantuan serta vitamin kepada petugas pos penyekatan Padangan. [lus/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar