Hukum & Kriminal

Penipuan Jemaah Umroh, Polres Sampang Ringkus Haji Razak

Sampang (beritajatim.com) – Tipu calon jemaah umroh H.Razak bin Ahmad (47) asal Perum Center Indah Permai Blok B-6, RT/RW, 028/007, Kelurahan Subang, Kabupaten Bojonegoro. Diringkus Satreskrim Polres Sampang.

Tersangka, menipu calon jemaah umroh sesuai laporan KH Soleh Sayuti (50) asal Dusun Tambak, Desa Jragoan Kecamatan Omben.

Kapolres Sampang, AKBP Didit menjelaskan, penangkapan berlangsung di kantor tersangka yakni PT Royal Mandiri alamat Jl Kramat I, Kelurahan Gunung Sekar, Sampang karena laporan dari masyarakat.

Saat itu korban menanyakan kepada tersangka, katanya mempunyai koneksi untuk memberangkatkan setiap orang yang ingin umroh dan haji.

Selanjutnya, kata Didit tersangka membenarkan bahwa dirinya sanggup untuk memberangkatkan jemaah umroh atau haji. Ia menyakinkan korbannya dengan meminta biaya sebesar Rp 46 juta dengan cara bayar kontan dan bisa dilakukan dengan cara dicicil.

“Berkat janji-janji muluk tersangka, akhirnya korban merasa tertarik dengan tawaran tersebut. Sehingga korban meminta tersangka untuk mengurus keberangkatan umrohnya dan langsung menyerahkan uang tunai sebesar Rp 21 juta kepada tersangka,” kata Didit, Sabtu (1/11/2019).

Selang beberapa hari kemudian, tersangka meminta kepada korban untuk segera melunasi kekurangannya yakni sebanyak Rp 25 juta. Tapi karena korban tidak punya uang, sehingga dia terpaksa menyerahkan 1 unit mobil Suzuki Karimun kepada tersangka untuk dijual dengan harga yang disepakati sebesar Rp 90 juta.

“Setelah menunggu sesuai dengan waktu yang dijanjikan tersangka, ternyata korban tidak berangkat ke tanah suci. Bahkan uang sisa dari penjualan mobilnya juga tidak dikembalikan, sehingga korban mengalami kerugian sebesar Rp 116 juta,” tadasnya.

Dalam kasus tersebut, tersangka dijerat Pasal 378 KUHP Sub Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman kurungan selama 4 tahun. Petugas juga menyita barang bukti selembar surat pernyataan, lembaran bukti buku Rekening Koran, serta uang tunai sebanyak Rp 20 juta. Diduga uang itu merupakan sisa dari uang korban yang digelapkan oleh tersangka.[sar]

>

Apa Reaksi Anda?

Komentar