Hukum & Kriminal

Pengunjung Wisata di Pacet Mojokerto dan ABG Terjaring Operasi Yustisi Protokol Kesehatan

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander saat memimpin langsung Operasi Yustisi Protokol Kesehatan di Bunderan Taman Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. [Foto/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Sejumlah pengunjung wisata di kawasan Pacet, Kabupaten Mojokerto terjaring Operasi Yustisi Protokol Kesehatan yang dilakukan petugas di Bunderan Taman Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Mayoritas pelanggar protokol kesehatan tersebut yakni pengunjung wisata dan Anak Baru Gede (ABG).

Tak hanya pengunjung wisata dan ABG yang terjaring razia masker, namun juga warga setempat yang kepergok tidak mengenakan masker atau tidak menggunakan masker dengan baik. Banyak pengendara roda empat maupun roda dua yang kedapatan tidak mengenakan masker atau tidak menggunakan masker dengan benar.

Alhasil, petugas dari Tim Pemburu Protokol Kesehatan Polres Mojokerto memberhentikan kendaraannya. Mereka diminta identitasnya oleh petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Mojokerto untuk selanjutkan mendapatkan sanksi berupa Tidak Pidana Ringan (Tipiring).

Ini sesuai Peraturan Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur Nomor 2 Tahun 2020. Operasi Yustisi Protokol Kesehatan ini bertujuan tidak lain yakni penegakan protokol kesehatan untuk mendisiplinkan masyarakat sekaligus mengantisipasi penyebaran Covid-19 khususnya di Kabupaten Mojokerto.

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander menjelaskan, ada 25 pelanggar protokol kesehatan yang dilakukan penindakan karena tidak menggunakan masker. “Operasi Yustisi ini ditujukan untuk penindakan agar masyarakat mentaati protokol kesehatan,” ungkapnya, Sabtu (19/9/2020).

Bagi pelanggar protokol kesehatan akan diberikan sanksi Tipiring sesuai Perda 2 Tahun 2020 dan denda maksimal Rp500 ribu. Rencananya, lanjut Kapolres, sidang tipiring akan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto pada, Senin (21/9/2020) pekan depan. Namun untuk ABG tidak dikenakan sanksi tipiring lantaran usianya dibawah 17 tahun.

“Namun mereka dilakukan pendataan dan membuat surat pernyataan tidak mengulangi lagi perbuatannya tidak mengenakan masker sehingga melanggar protokol kesehatan. Sasarannya tetap masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan untuk bisa memutus mata rantai Covid-19, khususnya di kawasan wisata,” ujarnya.

Pengelola wisata diharapkan mampu menerapkan protokol kesehatan, jika tidak akan diberikan sanksi teguran hingga penutupan tempat wisata. Selain itu, lanjut Kapolres, pengelola wisata juga diharapkan memberikan imbauan untuk memberikan edukasi tambahan terhadap pengunjung patuh protokol kesehatan.

“Sebagian kita laksanakan teguran dan imbauan. Ada juga beberapa tempat usaha yang kita tutup lantaran tidak mematuhi protokol kesehatan karena tidak menyiapkan tempat cuci tangan dan disegel oleh Satpol PP. Upaya ini dilakukan agar tidak muncul kluster baru,” tegasnya. [tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar