Hukum & Kriminal

Penghuni Lapas Porong Pesan Ganja, Duduk Kembali di Pengadilan

Surabaya (beritajatim.com) – Meski berstatus narapidana kasus narkoba dan menjadi penghuni sel Lapas Klas I Surabaya di Porong, kondisi itu tak membuat Nur Arif Muhtadi alias Kondom menjadi jera. Dia masih melakukan tranksaksi narkoba jenis ganja dengan teman-temannya yang ada di luar sel, akibatnya Terdakwa pun harus kembali didudukkan di kursi pesakitan PN Surabaya, Kamis (6/8/2020).

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Samsu Efendi disebutkan, perbuatan Terdakwa dilakukan pada Juni 2019, terdakwa memesan ganja sebanyak tiga kilogram kepada Irawan yang kemudian pesanan tersebut dikirim melalui ekspedisi JNE ke alamat rumah saksi Dimas Prasetyo di Perumahan Wisma Lidah Kulon Blok A No. 109 Surabaya yang diterima pada tanggal 17 Juni 2019.

Setelah saksi Dimas menerima kiriman dari Lampung via JNE, terdakwa kemudian menghubungi saksi Dimas melalui telepon dan menyuruh saksi Dimas untuk membagi-bagi ganja tersebut dalam berbagai ukuran, selanjutnya terdakwa menghubungi teman-temannya yaitu saksi Amos, saksi Hasan dan saksi Rudi agar mengambil ganja yang telah dibagi-bagi saksi Dimas untuk diserahkan kepada pemesan yang telah dihubungi terdakwa.

Atas arahan terdakwa, saksi Hasan dan saksi Rudi kemudian mengambil pesanan pelanggan yang telah disediakan saksi Dimas untuk selanjutnya diedarkan. Terdakwa kemudian menyuruh saksi Amos datang ke tempat tinggal saksi Dimas pada hari Selasa, 18 Juni 2019 untuk mengambil pesanan dan ketika saksi Amos sudah menerima paket ganja dari saksi Dimas, tiba-tiba datangalah saksi Adi Irawan dan saksi Kusnan Efendi beserta timnya dari Satreskoba Polrestabes Surabaya kemudian menangkap saksi Amos dan saksi Dimas.

Bahwa ketika dilakukan penggeledahan, ditemukan barang bukti dalam penguasaan saksi Dimas Prasetyo alias SAM bin Poernomo berupa 12 bungkusan berisi narkotika jenis ganja dengan berat bervariasi dengan total berat 1.684,36.

Polisi kemudia melakukan interogasi terhadap saksi Dimas Prasetyo, saksi Amos dan saksi Hasan sehingga diperoleh keterangan bahwa narkotika jenis ganja yang ditemukan ditangan mereka masing-masing adalah milik orang bernama Nur Arif (terpidana narkotika yang sedang menjalani pidana di Lapas Klas I Surabaya di Porong) dimana ganja tersebut dikirim dari seseorang di Lampung melalui ekspedisi JNE ke alamat rumah saksi Dimas untuk selanjutnya diedarkan oleh saksi Dimas, saksi Hasan, saksi Amos dan saksi Rudi sesuai arahan terdakwa kepada pembeli yang sudah dihubungi terlebih dahulu oleh terdakwa.

Berdasarkan keterangan dari saksi Dimas, saksi Amos dan saksi Hasan, pihak kepolisian kemudian menangkap terdakwa yang berada di Lapas Klas I Surabaya di Porong dan ketika diinterogasi, terdakwa membenarkan keterangan dari saksi Dimas, saksi Amos dan saksi Hasan bahwa benar ganja yang ditemukan ditangan ketiga saksi diatas adalah benar miliknya namun terdakwa dalam menjalankan pekerjaan ini sebagai penyedia narkotika, tidak memiliki izin yang sah dari pemerintah.

Bahwa perbuatan terdakwa tersebut diatas, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP. [uci/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar