Hukum & Kriminal

Penggugat dan Tergugat Sidang Gugatan PI Blok Cepu Sama-sama Akan Hadirkan Saksi

Bojonegoro (beritajatim.com) – Sidang lanjutan gugatan Citizen Law Suit (CLS) pengelolaan Participating Interest (PI) Blok Cepu akan digelar kembali pada Selasa (10/11/2020) mendatang. Dalam sidang lanjutan itu, baik penggugat maupun tergugat sama-sama akan menghadirkan saksi untuk menguatkan legal standing.

Sidang sebelumnya, para tergugat dan penggugat menyerahkan bukti awal tertulis kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro. Penggugat, Agus Susanto Rismanto mengajukan 24 alat bukti. Selanjutnya, akan dikuatkan lagi dengan keterangan saksi yang akan dihadirkan pada Selasa mendatang.

Dari 24 alat bukti tersebut, terdiri dari surat-surat permohonan peninjauan kembali dari DPRD Bojonegoro terkait perjanjian PI Blok Cepu tahun 2005, kliping pemberitaan, maupun surat perundang-undangan. “Akan kami hadirkan saksi sidang lanjutan untuk menguatkan legal standing,” ujar Agus Susanto Rismanto yang biasa disapa Gus Ris, Rabu (4/11/2020).

“Rencananya ada dua saksi yang akan kami hadirkan, dari mantan anggota DPRD Bojonegoro periode 2005 sama saksi dari teman-teman media massa,” tambahnya.

Dalam sidang yang digelar kemarin itu, juga dihadiri oleh penggugat intervensi, Anwar Sholeh. Serta tergugat I, Bupati Bojonegoro yang dikuasakan kepada Bagian Hukum Pemkab Bojonegoro, Abdul Aziz, Tergugat II PT Asri Dharma Sejahtera (ADS), dihadiri Presiden Direktur PT ADS, Lalu M Syahril Majidi, dan Tergugat III, PT Surya Energi Raya (SER), dikuasakan kepada Yaser Andi Sapada.

Sedangkan, turut Tergugat I, DPRD Kabupaten Bojonegoro tidak hadir, dan turut Tergugat II KPK RI dihadiri oleh Tim Biro Hukum, Natalia Kristianto.

Tergugat I, Abdul Aziz mengungkapkan, dalam sidang pembuktian itu menyerahkan 16 alat bukti. Alat bukti itu, mulai dari bukti surat dari ESDM dan BP migas, bahwa perjanjian PI itu dilakukan bisnis to bisnis. Termasuk, surat notifikasi penggugat ke bupati, yang justru itu akan melemahkan legal standing penggugat karena melakukan gugatan CLS yang tidak diatur di Indonesia.

“Prinsipnya, alat bukti tersebut untuk membuktikan bahwa perjanjian pengelolaan PI Blok Cepu tersebut ada dasarnya dan tidak melawan hukum, dilakukan dengan cara bisnis to bisnis,” jelasnya.

Sedangkan, PT ADS tidak mengajukan alat bukti karena menilai semua sudah sesuai dengan aturan yang berlaku, serta alat bukti dari Tergugat iyang diajukan sudah sangat lengkap. Sementara, PT SER mengajukan lima alat bukti awal.

Sementara Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro Salman Alfarisi mengungkapkan, untuk sidang lanjutan ini pihaknya akan memberi fasilitas khusus berupa persidangan daring karena kondisi Pandemi Covid-19. “Jika memang tidak bisa hadir secara langsung, saksi bisa digelar dengan video conference,” ungkapnya. [lus/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar