Hukum & Kriminal

Pengendara Motor Disiram Bensin lalu Dibakar

Pelaku pembakar orang yang terjadi di sekitar Polsek Sawahan, Surabaya, Minggu (14/2/2021). (Istimewa)

Surabaya (beritajatim.com) – Seseorang membeli bahan bakal minya jenis pertalite di pinggir jalan. Tiba-tiba bahan bakar itu disiramkan ke orang lain. Peristiwa ini terjadi di sekitar Polsek Sawahan, Kota Surabaya, Minggu (14/2/2021).

Kanit Reskrim Polsek Sawahan, Iptu Eistitanto, menuturkan bahwa petugas mendapat laporan tentang adanya orang mencurigakan di sekitar Polsek Sawahan. Iptu Eistitanto pun datang menegur. Usai ditegur, lelaki berkaos hitam perawakan besar dan tak berambut ini lantas pergi.

Tidak berapa lama kemudian, petugas terkejut usai mendengar kabar bahawa ada seorang pengendara yang dibakar di sekitar Polsek Sawahan ini. Tak pelak pelaku yang belum lari jauh pun dikejar Kanit Reskrim bersama petugas piket.

“Jadi usai kita tegur pelaku ini justru pergi. Yang gak kita ketahui, pelaku pergi membeli bensin seharga Rp 10 ribu. Spontan bensin itu disiramkan ke orang yang hendak mengisi angin di tambal ban yang juga jual bensin. Setelah disiramkan, pelaku menyalakan korek api di tangannya,” jelas Iptu Eistitanto kepada beritajatim.com.

Usai melihat pelaku lari, petugas Polsek bersama warga pun mengejar hingga masuk ke sungai Greges kawasan Asemrowo. Tanpa susah payah dan berhasil diajak mediasi, pelaku berhasil diamankan dan langsung dibawa ke Mapolsek untuk diperiksa.

Kapolsek Sawahan, Kompol Wisnu Setiawan Kuncoro menjelaskan, menurut pengakuan pelaku, tak ada rasa kesal ke petugas atau korban. Pelaku yang diketahui bernama Purnomo (50) warga Tambak Sari ini kebingungan. Ia merasakkan bahwa ada yang mengikuti pelaku.

Sementara korban langsung dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan pertolongan. Dia mengalami luka pada tangan dan badan. Korban yang diketahui bernama Samsul Arifin (54) Jalan Asem, Surabaya ini mengaku jika ia hendak mengisi angin.

“Awal penyelidikan, pelaku mengaku bingung karena diikuti orang. Makanya ia melakukan hal itu (pembakaran, red) tanpa sadar,” ujar kapolsek menjelaskan pengakuan pelaku.

Lebih lanjut kapolsek menjelaskan, dugaan awal pelaku mengalami gangguan pikiran. Meski demikian, Kapolsek membantah jika pelaku ini sakit jiwa. Sebab pelaku juga sadar dan mudah diajak komunikasi saat diperiksa.

“Pelaku diajak komunikasi lancar dan menurut. Mungkin halusinasi tinggi atau sejenisnya. Sekarang masih diperiksa,” paparnya. [man/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar