Hukum & Kriminal

Pengelola Tol KLBM Gelar Simulasi Rescue bagi Pengguna Jalan Tol

Karyawan PT Waskita Bumi Wira (WBW) sedang membuka pintu mobil dengan alat dalam latihan rescue penanganan kecelakaan di jalan tol

Gresik (beritajatim.com) – PT Waskita Bumi Wira selaku pengelola jalan tol Krian, Legundi, Bunder, dan Manyar (KLBM) menggelar simulasi rescue bagi pengguna jalan tol yang melintas di ruas jalan tersebut. Simulasi rescue ini digelar, sebagai bentuk kesiapan untuk meminimalisir dampak kejadian kecelakaan di ruas tol KLBM.

Ada dua jenis penanganan paska kejadian. Para pegawai PT Waskita Bumi Wira yang menangani KLBM ini pertama melakukan jenis tindakan menyelamatkan korban secara cepat. Dengan golden time hanya 10 menit saja.

Aksi para pegawai yang memakai baju hazmat itu pun cukup sigap. Menyelamatkan dua orang di dalam mobil sedan hitam. Untuk mengeluarkan korban dari seat belakang mobil dengan kondisi pintu terkunci.

Tim Rescue KLBM menggunakan alat untuk membongkar paksa pintu mobil. Tak butuh waktu lama, penumpang pun bisa dikeluarkan. Setelah jenis tindakan pertama, tim rescue kemudian melakukan penanganan tindakan darurat. Tindakan ini memiliki golden time 20 menit.

Manager Quality Health Safety Envromen (QHSE) Waskita Toll Road (WTR) Carolina Manurung menuturkan, kompetisi rescue ini digelar pertama oleh WTR. Pesertanya ada 10 ruas tol yang salah satunya Tol KLBM.

“Melalui kompetisi ini akan meningkatkan para tim rescue di masing-masing ruas tol. Sehingga, apabila ada kejadian di tol bisa ditangani lebih profesional lagi,” tuturnya, Kamis (27/05/2021).

Masih menurut Carolin, dalam simulasi ini juga dinilai oleh tim juri. Ada tiga kategori. Yakni tim medis, rescue, dan tim rescue. Lomba ini dinilai oleh juri dari mancanegara, seperti dari Jerman, Belanda dan Australia. “Salah satu tim terbaik akan direkomendasikan untuk mengikuti lomba rescue internasional di Malaysia,” paparnya.

Sementara itu, Pimpinan Proyek (Pimpro) PT Waskita Bumi Wira (WBW) Prabowo Soemodipoero mengatakan, dengan adanya jalan tol pihak pengelola dituntut memberikan pelayanan yang maksimal. Salah satunya tim tanggap darurat. Karena itu, pelayanan yang terukur distandari dengan profesionalitas dalam kompetensi penyelamatan korban tanggap darurat.

“Kompetensi yang tak kalah penting yang harus tetap digodok setiap saat seperti operasi lapangan, tim medis, tim patroli, hingga rescue itu sendiri. Jadi dengan adanya lomba ini, tim tanggap darurat itu bisa lebih cekatan karena dituntut waktu dan keselamatan,” pungkasnya. [dny/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar