Hukum & Kriminal

Pengasuh Pondok Minta Santri Wanita Telentang di Kandang Ayam lalu Diperkosa

Tsk ditangkap tim resmob Polres Sumenep

Sumenep (beritajatim.com) – Perbuatan Irsono alias H Gufron (45), warga Kecamatan Dungkek, Pulau Giliyang, Kabupaten Sumenep benar-benar tak bermoral.

Pengasuh salah satu pondok pesantren di Pulau Giliyang ini tega mencabuli SS (14), warga Kecamatan Dungkek, yang merupakan santrinya sendiri. Perbuatan bejat Gufron tersebut dilakukan berkali-kali. Salah satunya di kandang ayam.

Modusnya, tersangka mengirim SMS pada korban, mengajak bertemu di utara rumah korban. Setelah bertemu, tersangka mengajak korban masuk ke kandang ayam, dan meminta korban tidur telentang di tikar yang biasa digunakan penjaga kandang untuk istirahat.

“Di tikar di dalam kandang ayam itulah, tersangka melakukan pencabulan dan persetubuhan terhadap korban,” kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Rabu (30/10/2019).

Pencabulan dan persetubuhan itu tidak hanya terjadi sekali. Tersangka beberapa kali mengulangi perbuatannya di tempat yang berbeda-beda.

Kadang tersangka menyetubuhi korban di ruang kelas sekolahnya. Korban dipanggil, diminta untuk datang ke kelas. Kemudian tersangka mengatakan pada korban agar pasrah dan tidak bercerita pada siapa-siapa.

“Setelah itu, tersangka meminta korban untuk tidur terlentang di lantai. Di situlah tersangka menyetubuhi korban,” ungkap Widiarti.

Kejadian berikutnya terjadi saat korban mondok di salah satu pondok pesantren di Guluk-guluk. Tersangka datang menjemput korban untuk membawanya ke dokter karena korban sakit. Namun ternyata korban tidak langsung dibawa ke dokter. Tersangka terlebih dahulu dibawa ke sebuah hotel di kawasan kota Sumenep dengan dalih untuk istirahat.

“Di hotel itulah, tersangka kembali menyetubuhi korban. Setelah itu, pada malam harinya, tersangka baru membawa korban ke dokter,” paparnya.

Akibat perbuatannya, tersangka ditahan di Mapolres Sumenep, dijerat pasal 81 ayat (1), (2), dan (3), serta pasal 81 ayat (1) dan (2) UU no 17 tahun 2016 tentang perubahan UU RI no 35 tahun 2014.

“Dalam kasus tindak pidana pencabulan anak di bawah umur itu, kami mengamankan barang bukti berupa jaket warna abu-abu, kaos lengan pendek warna biru, baju dalam warna biru keungu-unguan, celana dalam warna kuning, dan sarung biru bergambar hello kitty,” ujar Widiarti. [tem/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar